TEMPAT POPULER UNTUK MENCARI PESUGIHAN

TEMPAT POPULER UNTUK MENCARI PESUGIHAN

ilmu pesugihan ampuh dari pulau jawa
Banyak cara dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia ini untuk menjadi kaya dengan jalan yang bermacam-macam. Sebagian memilih jalan normal bekerja lebih giat dan berusaha lebih keras, sementara sebagian lain memilih mencoba mencari jalan pintas atau pesugihan dengan menganut ilmu sesat meskipun tampak lebih tidak masuk akal.
Meskipun orang beranggapan bahwa dengan pesugihan, kekayaan akan didapat segera tanpa harus bekerja membanting tulang peras keringat pagi kerja sore pulang. Berikut adalah tempat populer dimana sebagian orang mencari pesugihan dibeberapa tempat konon katanya bisa menjadi kaya mendadak.
1. Pesugihan Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah
Kemukus adalah salah satu tempat di daerah Jawa Tengah, tepatnya di kota Sragen. Sebagai kawasan gunung, tempat ini tidak dikenal karena panorama alam yang mempesona, tetapi karena reputasi sebagai tempat mencari pesugihan.
Di tempat ini yang sangat menarik untuk mencari pesugihan adalah ritual yang harus dilakukan di tempat ini sangat berbeda dengan tempat lain. Untuk mendapatkan pesugihan, seseorang harus melakukan pesta seks dengan wanita bukan pasangan resmi mereka selama tujuh kali berturut-turut dengan pasangan yang sama.
Pesta seks ini dianggap sebagai syarat untuk mendapatkan pesugihan yang diinginkan. Salah satu syarat dalam berhubungan seks di tempat ini adalah dilakukan di tempat terbuka di wilayah gunung Kemukus. Sebagai pencari pesugihan membawa pasangan resmi mereka sendiri dan melakukan hubungan badan di tempat tersebut. Kebanyakan dari mereka juga orang-orang yang tidak memiliki pasangan ataupun pasangan tidak resmi yang sama-sama menginginkan pesugihan.
Di gunung Kemukus tersedia jasa teman tidur yaitu PSK yang menawarkan diri untuk menjadi teman tidur sesaat dalam ritual mesum Kemukus. Para pekerja komersial ini datang dari berbagai daerah karena gunung Kemukus sebagai tempat mencari penghasilan mudah dan aman.
Selain untuk ritual pesugihan sebagaian orang menganggap berhubungan seks di alam terbuka akan terasa sangat menyenangkan. Hal tersebut menjadi sangat menyenangkan ketika mereka tidak akan mendapati razia oleh aparat seperti di tempat penginapan. Pihak keamanan siap mengamankan prosesi ritual pengunjung tempat ini, termasuk prosesi seksual tak resminya.

2. Pesugihan Gunung Kawi Jawa Timur
Mungkin orang sudah tidak asing lagi dengan Gunung Kawi termasuk lokasi pesugihan paling populer di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi sampai detik ini belum ada data valid seputar orang yang berhasil kaya setelah melakukan ritual pesugihan di sana ataupun orang yang gagal menjadi kaya setelah ritual.
Masalah yang timbul adalah ada orang-orang yang bertindak seolah-olah membantu melancarkan urusan Pencari Pesugihan di Gunung Kawi, hanya menguras uang pencari pesugihan. Khususnya terkait biaya selametan, ubo rampe, sesaji, dan lain sebagainya.
Khusus dalam masalah ini, dibutuhkan sangat waspada dan hati-hati untuk mereka yang datang dengan tujuan ritual. Jika para pengunjung sebagai seorang wisatawan yang hendak menikmati keindahan panorama Gunung Kawi, tidak akan  menjadi masalah karena hanya sebatas berkunjung.
Di lain masalah seperti diatas, daun dewandaru yang menjadi harapan diri ingin kaya juga sering menjadi permainan orang tertentu yang sengaja memanfaatkan kesempatan. Daun itu sengaja dilemparkan orang hingga menjadi rebutan yang seolah-olah menjadi syarat ritual pesugihan.
Dan masih banyak lagi di daerah ini yang sengaja dijadikan kesempatan oleh orang-orang yang sengaja memanfaatkan acara tersebut. Seperti Padepokan Eyang Jugo, Makam Eyang Jugo, dan adanya prasyarat untuk penyembelihan hewan kambing yang berkendit menjadi syarat.
Apapun syarat yang diminta oleh orang-orang tersebut adalah tipu daya untuk mengeruk keuntungan. Jadi kepada pengunjung hendaknya waspada dan hati-hati jangan sampai anda ingin mencari kekayaan tetapi malah sebaliknya memberikan kekayaan disana hingga harta anda habis.

3. Parangtritis Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Parang Tritis dianggap sebagai pusat kerajaan siluman yang dipimpin Kanjeng Ratu Kidul, tempat inilah konon katanya gerbang penghubung antara Kasultanan Jogja Dengan Ratu Kidul.
Sosok gaib yang pasti dikenal akrab oleh orang Jawa, khususnya di wilayah Jogja Dan sekitarnya. Dua sosok yang sering dimintai oleh para pencari pesugihan adalah Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul, di laut selatan ini kabarnya sebagai istana dan kerajaannya.
Konon, Nyai Blorong bisa mengabulkan uang sampai milyaran rupiah di tempat ritual tersebut dengan menjadi pengikutnya. Sosok mistri ini menjadi pesugihan kelas elite di bandingkan jenis-jenis pesugihan lain. Syarat yang harus ditempuh sangat berat yaitu harus bisa memberikan tumbal nyawa sebagai gantinya atau syarat khusus untuk mendapat kekayaan.

Sedangakan Kanjeng Ratu Kidul dikenal lebih welas asih dan sebagai pengayom terutama kerajaan jogja. Sosok penguasa kerajaan gaib ini tidak meminta tumbal nyawa. Konon, uang yang didapat dari Kanjeng Ratu Kidul tidak sebanyak yang diberikan Nyi Blorong.

4. Pesugihan Munding Seuri Gunung Gede Cibodas Jawa Barat
Salah satu jalan menjadi kaya raya tidak mudah banyak lika liku yang harus dilalui sebagai syarat mutlak. Kadang orang harus terpaksa merelakan si buah hati atau anaknya sendiri memikul akibatnya atau dengan kata lain sebagai tumbal. Seperti yang diminta oleh pesugihan Munding Seuri pencari pesugihan harus bisa menerima kenyataan jika wajah anaknya akan cacat atau tidak normal seperti layaknya anak-anak yang lain.
Pesugihan munding seuri ini terletak di kawasan Gunung Gede, Cibodas Jawa Barat yang sudah sangat terkenal atau populer bagi masyarakat luas. Di sebelah Tenggara gunung ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Raden Surya Kencana, putra Raden Aria Wiranatudatar, pendiri kota Cianjur yang beristrikan mahkluk halus.

Di kawasan Tenggara ini  ada sebuah gubuk yang didalamnya terdapat gundukan mirip makam. Tempat yang disebut padepokan ini menjadi tempat orang yang mencari pesugihan. Namun kabarnya laku pesugihan ini hanya bisa dilakukan saat bulan purnama. Jika tidak maka hasil dari yang dilakukan dan segala upaya yang akan sia-sia.

Untuk menuju lokasi ini sangat tidak mudah banyak rintangan yang harus dilalui dari segi perjalanan. Para pencari pesugihan harus berjalan kaki selama seharian penuh, melintasi jalan setapak yang menanjak. Jika musim hujan tiba, mereka juga harus ekstra hati-hati karena medan yang sangat licin bisa membuat orang terpeleset. Semua itu hanya dianggap sebagai salah satu tantangan atau ujian untuk meraih keinginan agar menjadi kaya dengan cara mudah.

Dari mulai ritual dilakukan saat matahari telah terbenam, mereka harus bertelanjang bulat baru kemudian berendam di sebuah kubangan lumpur. Sebelumnya harus menaburkan kembang setaman dan kemenyan di Padepokan Seuri sebagai syarat sesaji. Setelah fajar tiba barulah ritual tersebut boleh dihentikan dan para lelaku bisa membersihkan diri dengan berguling-guling di rerumputan. Selanjutnya setelah selesai mereka masuk kembali ke dalam padepokan untuk menjalani ritual selanjutnya.

Ketika di dalam pedepokan para lelaku akan melihat wajah anaknya yang cacat sebagai tumbal. Jika ingin kaya, mereka harus rela memilih salah satu wajah anaknya yang akan lahir nanti cacat. Dan anehnya lagi benar apa tidaknya ini para pencari kekayaan diberi kesempatan memilih wajah anaknya kebanyakan memilih anak yang bermulut sumbing.

Dan masih banyak lagi syarat yang diminta untuk mendapatkan kekayaan tersebut, percaya atau tidak hingga saat ini masih banyak para pencari kekayaan tersebut yang datang ke tempat tersebut.


Beberapa tempat tersebut paling populer sebagai tempat mencari pesugihan di Indonesia khususnya di Jawa yang kebanyakan masih percaya hal yang demikian. Buat para rekan-rekan yang mengetahui tempat yang lain bisa share nanti admin akan posting. Tempat yang sudah dijelaskan hanya sebagian saja masih banyak tempat-tempat yang lain di Indonesia yang di jadikan sebagai tempat berburu pesugihan.

ilmu pesugihan ampuh dari pulau jawa
Banyak cara dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia ini untuk menjadi kaya dengan jalan yang bermacam-macam. Sebagian memilih jalan normal bekerja lebih giat dan berusaha lebih keras, sementara sebagian lain memilih mencoba mencari jalan pintas atau pesugihan dengan menganut ilmu sesat meskipun tampak lebih tidak masuk akal.
Meskipun orang beranggapan bahwa dengan pesugihan, kekayaan akan didapat segera tanpa harus bekerja membanting tulang peras keringat pagi kerja sore pulang. Berikut adalah tempat populer dimana sebagian orang mencari pesugihan dibeberapa tempat konon katanya bisa menjadi kaya mendadak.
1. Pesugihan Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah
Kemukus adalah salah satu tempat di daerah Jawa Tengah, tepatnya di kota Sragen. Sebagai kawasan gunung, tempat ini tidak dikenal karena panorama alam yang mempesona, tetapi karena reputasi sebagai tempat mencari pesugihan.
Di tempat ini yang sangat menarik untuk mencari pesugihan adalah ritual yang harus dilakukan di tempat ini sangat berbeda dengan tempat lain. Untuk mendapatkan pesugihan, seseorang harus melakukan pesta seks dengan wanita bukan pasangan resmi mereka selama tujuh kali berturut-turut dengan pasangan yang sama.
Pesta seks ini dianggap sebagai syarat untuk mendapatkan pesugihan yang diinginkan. Salah satu syarat dalam berhubungan seks di tempat ini adalah dilakukan di tempat terbuka di wilayah gunung Kemukus. Sebagai pencari pesugihan membawa pasangan resmi mereka sendiri dan melakukan hubungan badan di tempat tersebut. Kebanyakan dari mereka juga orang-orang yang tidak memiliki pasangan ataupun pasangan tidak resmi yang sama-sama menginginkan pesugihan.
Di gunung Kemukus tersedia jasa teman tidur yaitu PSK yang menawarkan diri untuk menjadi teman tidur sesaat dalam ritual mesum Kemukus. Para pekerja komersial ini datang dari berbagai daerah karena gunung Kemukus sebagai tempat mencari penghasilan mudah dan aman.
Selain untuk ritual pesugihan sebagaian orang menganggap berhubungan seks di alam terbuka akan terasa sangat menyenangkan. Hal tersebut menjadi sangat menyenangkan ketika mereka tidak akan mendapati razia oleh aparat seperti di tempat penginapan. Pihak keamanan siap mengamankan prosesi ritual pengunjung tempat ini, termasuk prosesi seksual tak resminya.

2. Pesugihan Gunung Kawi Jawa Timur
Mungkin orang sudah tidak asing lagi dengan Gunung Kawi termasuk lokasi pesugihan paling populer di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi sampai detik ini belum ada data valid seputar orang yang berhasil kaya setelah melakukan ritual pesugihan di sana ataupun orang yang gagal menjadi kaya setelah ritual.
Masalah yang timbul adalah ada orang-orang yang bertindak seolah-olah membantu melancarkan urusan Pencari Pesugihan di Gunung Kawi, hanya menguras uang pencari pesugihan. Khususnya terkait biaya selametan, ubo rampe, sesaji, dan lain sebagainya.
Khusus dalam masalah ini, dibutuhkan sangat waspada dan hati-hati untuk mereka yang datang dengan tujuan ritual. Jika para pengunjung sebagai seorang wisatawan yang hendak menikmati keindahan panorama Gunung Kawi, tidak akan  menjadi masalah karena hanya sebatas berkunjung.
Di lain masalah seperti diatas, daun dewandaru yang menjadi harapan diri ingin kaya juga sering menjadi permainan orang tertentu yang sengaja memanfaatkan kesempatan. Daun itu sengaja dilemparkan orang hingga menjadi rebutan yang seolah-olah menjadi syarat ritual pesugihan.
Dan masih banyak lagi di daerah ini yang sengaja dijadikan kesempatan oleh orang-orang yang sengaja memanfaatkan acara tersebut. Seperti Padepokan Eyang Jugo, Makam Eyang Jugo, dan adanya prasyarat untuk penyembelihan hewan kambing yang berkendit menjadi syarat.
Apapun syarat yang diminta oleh orang-orang tersebut adalah tipu daya untuk mengeruk keuntungan. Jadi kepada pengunjung hendaknya waspada dan hati-hati jangan sampai anda ingin mencari kekayaan tetapi malah sebaliknya memberikan kekayaan disana hingga harta anda habis.

3. Parangtritis Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Parang Tritis dianggap sebagai pusat kerajaan siluman yang dipimpin Kanjeng Ratu Kidul, tempat inilah konon katanya gerbang penghubung antara Kasultanan Jogja Dengan Ratu Kidul.
Sosok gaib yang pasti dikenal akrab oleh orang Jawa, khususnya di wilayah Jogja Dan sekitarnya. Dua sosok yang sering dimintai oleh para pencari pesugihan adalah Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul, di laut selatan ini kabarnya sebagai istana dan kerajaannya.
Konon, Nyai Blorong bisa mengabulkan uang sampai milyaran rupiah di tempat ritual tersebut dengan menjadi pengikutnya. Sosok mistri ini menjadi pesugihan kelas elite di bandingkan jenis-jenis pesugihan lain. Syarat yang harus ditempuh sangat berat yaitu harus bisa memberikan tumbal nyawa sebagai gantinya atau syarat khusus untuk mendapat kekayaan.

Sedangakan Kanjeng Ratu Kidul dikenal lebih welas asih dan sebagai pengayom terutama kerajaan jogja. Sosok penguasa kerajaan gaib ini tidak meminta tumbal nyawa. Konon, uang yang didapat dari Kanjeng Ratu Kidul tidak sebanyak yang diberikan Nyi Blorong.

4. Pesugihan Munding Seuri Gunung Gede Cibodas Jawa Barat
Salah satu jalan menjadi kaya raya tidak mudah banyak lika liku yang harus dilalui sebagai syarat mutlak. Kadang orang harus terpaksa merelakan si buah hati atau anaknya sendiri memikul akibatnya atau dengan kata lain sebagai tumbal. Seperti yang diminta oleh pesugihan Munding Seuri pencari pesugihan harus bisa menerima kenyataan jika wajah anaknya akan cacat atau tidak normal seperti layaknya anak-anak yang lain.
Pesugihan munding seuri ini terletak di kawasan Gunung Gede, Cibodas Jawa Barat yang sudah sangat terkenal atau populer bagi masyarakat luas. Di sebelah Tenggara gunung ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Raden Surya Kencana, putra Raden Aria Wiranatudatar, pendiri kota Cianjur yang beristrikan mahkluk halus.

Di kawasan Tenggara ini  ada sebuah gubuk yang didalamnya terdapat gundukan mirip makam. Tempat yang disebut padepokan ini menjadi tempat orang yang mencari pesugihan. Namun kabarnya laku pesugihan ini hanya bisa dilakukan saat bulan purnama. Jika tidak maka hasil dari yang dilakukan dan segala upaya yang akan sia-sia.

Untuk menuju lokasi ini sangat tidak mudah banyak rintangan yang harus dilalui dari segi perjalanan. Para pencari pesugihan harus berjalan kaki selama seharian penuh, melintasi jalan setapak yang menanjak. Jika musim hujan tiba, mereka juga harus ekstra hati-hati karena medan yang sangat licin bisa membuat orang terpeleset. Semua itu hanya dianggap sebagai salah satu tantangan atau ujian untuk meraih keinginan agar menjadi kaya dengan cara mudah.

Dari mulai ritual dilakukan saat matahari telah terbenam, mereka harus bertelanjang bulat baru kemudian berendam di sebuah kubangan lumpur. Sebelumnya harus menaburkan kembang setaman dan kemenyan di Padepokan Seuri sebagai syarat sesaji. Setelah fajar tiba barulah ritual tersebut boleh dihentikan dan para lelaku bisa membersihkan diri dengan berguling-guling di rerumputan. Selanjutnya setelah selesai mereka masuk kembali ke dalam padepokan untuk menjalani ritual selanjutnya.

Ketika di dalam pedepokan para lelaku akan melihat wajah anaknya yang cacat sebagai tumbal. Jika ingin kaya, mereka harus rela memilih salah satu wajah anaknya yang akan lahir nanti cacat. Dan anehnya lagi benar apa tidaknya ini para pencari kekayaan diberi kesempatan memilih wajah anaknya kebanyakan memilih anak yang bermulut sumbing.

Dan masih banyak lagi syarat yang diminta untuk mendapatkan kekayaan tersebut, percaya atau tidak hingga saat ini masih banyak para pencari kekayaan tersebut yang datang ke tempat tersebut.


Beberapa tempat tersebut paling populer sebagai tempat mencari pesugihan di Indonesia khususnya di Jawa yang kebanyakan masih percaya hal yang demikian. Buat para rekan-rekan yang mengetahui tempat yang lain bisa share nanti admin akan posting. Tempat yang sudah dijelaskan hanya sebagian saja masih banyak tempat-tempat yang lain di Indonesia yang di jadikan sebagai tempat berburu pesugihan.

TEMPAT POPULER UNTUK MENCARI PESUGIHAN
https://1.bp.blogspot.com/-rzC_cz3Mm50/UeoWII5LxRI/AAAAAAAAANQ/m3YcBJvWmfo/s72-c/header+pusat+benda+bertuah+2.jpg
Order View detail
MUSTIKA KHODAM BLORONG

MUSTIKA KHODAM BLORONG


MUSTIKA BERTUAH ALAMI YANG KAMI DAPATKAN DARI PESISIR KIDUL. BERMANFAAT UNTUK:
- MENSUKSESAN DIRI ANDA DAN KELUARGA
- MENDATANGKAN KEKAYAAN DAN REJEKI BERLIMPAH
- USAHA MENJADI BERKEMBANG PESAT, BAHKAN UNTUK USAHA ATAUPUN BISNIS YANG BARU DIRINTIS SEKALIPUN
- PELARISAN AMPUH
- MENARIK KEMBALI CLIEN ATAU PEMBELI YANG BERPINDAH KETEMPAT LAIN
- MENDATANGKAN BANYAK PELANGGAN
- PAGAR DARI SEGALA SERANGAN DAN GANGGUAN
- MEMBUAT USAHA SAINGAN MENJADI REDUP
- MEMBUAT ORANG YANG TIDAK SUKA KEPADA ANDA AKAN MENDAPATKAN GANGGUAN GHOIB


MAS KAWIN Rp.1.500.000,-

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
E-mail: putrokedhaton@yahoo.com

MUSTIKA BERTUAH ALAMI YANG KAMI DAPATKAN DARI PESISIR KIDUL. BERMANFAAT UNTUK:
- MENSUKSESAN DIRI ANDA DAN KELUARGA
- MENDATANGKAN KEKAYAAN DAN REJEKI BERLIMPAH
- USAHA MENJADI BERKEMBANG PESAT, BAHKAN UNTUK USAHA ATAUPUN BISNIS YANG BARU DIRINTIS SEKALIPUN
- PELARISAN AMPUH
- MENARIK KEMBALI CLIEN ATAU PEMBELI YANG BERPINDAH KETEMPAT LAIN
- MENDATANGKAN BANYAK PELANGGAN
- PAGAR DARI SEGALA SERANGAN DAN GANGGUAN
- MEMBUAT USAHA SAINGAN MENJADI REDUP
- MEMBUAT ORANG YANG TIDAK SUKA KEPADA ANDA AKAN MENDAPATKAN GANGGUAN GHOIB


MAS KAWIN Rp.1.500.000,-

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
E-mail: putrokedhaton@yahoo.com
MUSTIKA KHODAM BLORONG
http://3.bp.blogspot.com/-MWEyNeEvGvo/UX5CQv5JbZI/AAAAAAAAAls/izHhKyMEk1k/s72-c/IMG-20130429-00568.jpg
Order View detail
MUSTIKA UANG GHOIB

MUSTIKA UANG GHOIB

DIMAHARKAN MUSTIKA UANG GHOIB ASLI, MUSTIKA INI KAMI DAPATKAN SECARA LANGSUNG DARI ALAM GHOIB YANG MERUPAKAN WARISAN DARI EYANG SETO SALAH SATU PENUNGGU GOA LANGSE YANG DIMANA GOA LANGSE TERSEBUT MERUPAKAN SALAH SATU TEMPAT YANG SUDAH KONDANG UNTUK BERBURU PESUGIHAN SEPERTI TUYUL, GENDERUWO, BUTHO IJO, DANG LAIN-LAIN. MUSTIKA INI MEMPUNYAI KHODAM PENGHUNI YANG SANGAT LUAR BIASA KEAMPUHANNYA DALAM MENARIK DAN MENDATANGKAN REJEKI SECARA GHOIB. BISA LANGSUNG ANDA COBA DAN BUKTIKAN, BAHKAN KAMI BERANI MENGGARANSI UNTUK ITU.
- MENARIK UANG SECARA GHOIB
- MENDATANGKAN REJEKI DARI BERBAGAI PENJURU
- MEDIA DAN SARANA UNTUK PESUGIHAN
- MEMPERLANCAR USAHA DAN BISNIS ANDA SUPAYA LEBIH MUDAH DALAM MERAIH KESUKSESAN
- MEMPERCEPAT DALAM MEMBAYAR HUTANG
- SERTA MASIH BANYAK LAGI TUAH YANG TERKANDUNG DALAM MUSTIKA INI

TIDAK MEMAKAI TUMBAL ATAUPUN SYARAT NEKO-NEKO


MAS KAWIN Rp.4.500.000,- SUDAH TERMAHAR!

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
DIMAHARKAN MUSTIKA UANG GHOIB ASLI, MUSTIKA INI KAMI DAPATKAN SECARA LANGSUNG DARI ALAM GHOIB YANG MERUPAKAN WARISAN DARI EYANG SETO SALAH SATU PENUNGGU GOA LANGSE YANG DIMANA GOA LANGSE TERSEBUT MERUPAKAN SALAH SATU TEMPAT YANG SUDAH KONDANG UNTUK BERBURU PESUGIHAN SEPERTI TUYUL, GENDERUWO, BUTHO IJO, DANG LAIN-LAIN. MUSTIKA INI MEMPUNYAI KHODAM PENGHUNI YANG SANGAT LUAR BIASA KEAMPUHANNYA DALAM MENARIK DAN MENDATANGKAN REJEKI SECARA GHOIB. BISA LANGSUNG ANDA COBA DAN BUKTIKAN, BAHKAN KAMI BERANI MENGGARANSI UNTUK ITU.
- MENARIK UANG SECARA GHOIB
- MENDATANGKAN REJEKI DARI BERBAGAI PENJURU
- MEDIA DAN SARANA UNTUK PESUGIHAN
- MEMPERLANCAR USAHA DAN BISNIS ANDA SUPAYA LEBIH MUDAH DALAM MERAIH KESUKSESAN
- MEMPERCEPAT DALAM MEMBAYAR HUTANG
- SERTA MASIH BANYAK LAGI TUAH YANG TERKANDUNG DALAM MUSTIKA INI

TIDAK MEMAKAI TUMBAL ATAUPUN SYARAT NEKO-NEKO


MAS KAWIN Rp.4.500.000,- SUDAH TERMAHAR!

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
MUSTIKA UANG GHOIB
https://1.bp.blogspot.com/-ncGFXoKP4no/VQ8N-_t7GdI/AAAAAAAABd0/cpi_TqXYiKo/s72-c/BENDA%2BBERTUAH%2BINDONESIA%2BTERMAHAR.jpg
Order View detail
KERIS SAKTI MPU GANDRING

KERIS SAKTI MPU GANDRING

 Mungkin anda sudah pernah mendengar tentang keris Mpu Gandring, tapi bukan keris ini yang saya maksud. Keris yang dibuat seorang empu dari desa Lulumbang ( Sekarang Wlingi-Blitar) itu ternyata masih punya pesaing yang diyakini punya tuah sakti lebih dahsyat dan kharismatik. Lalu keris apa ?

Sebelum keris ini diciptakan, Keris Empu Gandring memang cukup populer dan fenomenal karena mengiringi kesejarahan berdirinya Singosari dan berlanjut ke Majapahit. Namun tidak ada salahnya saya membagi tulisan ini dalam point-point singkat dibawah ini :

Apa itu Keris
Keris adalah sebilah besi tipis, bersisi tajam di kanan kiri, dengan ujung runcing yang bisa digolongkan sebagai senjata tikam jenis belati. Ada kalanya empu (sebutan untuk pembuat keris) membuat variasi tersendiri terhadap model keris. Namun yang paling umum adalah keris yang berbentuk lurus dan ada pula yang berkelok-kelok.

Pada masa lalu, keris memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

    sebagai senjata dalam duel maupun peperangan
    sebagai pelengkap ritual (sesaji).
    Sebagai sumber kekuatan batin dan spiritual
    Sebagai symbol pemerintahan (pusaka)  yang diluhurkan

Fungsi keris pada masa kini adalah

    Sebagai karya seni, koleksi dan konservasi kebudayaan (tahun 2005 telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia)
    Sebagai penambah sugesti spiritual

Istilah penyebutan Keris sendiri di temukan dari  Prasasti Karang Tengah yang menggunakan angka tahun 824 Masehi. Senada dengan prasasti, di Candi Borobudur juga terdapat penggambaran sebuah benda mirip keris pada salah satu relief.  Hal ini mengidentifikasikan bahwa keris memang sudah menjadi bagian dari masyarakat kala itu, mengingat Prasasti Karang Tengah dan Candi Borobudur sama-sama dibuat ditahun 800-an.

Keris terus mengalami transformasi bentuk dan modifikasi, mulai dari wujud polos mirip belati hingga menjadi seperti yang kita ketahui sekarang.  Namun bisa dikatakan budaya perkerisan mencapai perkembangan yang cukup signifikan di era awal Singasari hingga Majapahit.

Oke, sebelum saya menulis kisah keris paling sakti yang saya maksud, terlebih dahulu saya akan menulis tentang Keris Empu Gandring sebagai pengantar

Keris Empu Gandring
Adalah sebuah keris yang digarap pengerjaannya oleh seorang Empu (pakar) terkemuka bernama Gandring.  Empu Gandring banyak memproduksi karya-karyanya di desa Lulumbang yang diperkirakan sekarang letaknya di sekitar Wlingi – Blitar. Sampai sekarang daerah tersebut masih ditemukan jejak-jejak para  pande besi maupun empu keris ( Salah satu yang cukup ternama  adalah Almarhum Bapak Sumodadi ).

Keberadaan keris Empu Gandring saat ini memang masih misterius walaupun kesejarahannya tercatat dalam Serat Pararaton ( KItab Raja-Raja). Keris ini dianggap pemicu bencana turun temurun dalam suksesi kepemimpinan Singasari. Kutukan sang empu yang terbunuh oleh keris buatannya sendiri ini , dikisahkan terus menyertai Singasari bahkan sampai runtuhnya kerajaan berhaluan Tantrayana  tersebut. Dari  ujaran beberapa spiritualis yang pernah saya dengar, keris Empu Gandring dibuat dari bahan baku batu meteor sehingga elemennya sangat keras.  Bahkan lumpang batu milik Empu Gandringpun hancur berkeping-keping ketika keris tersebut di uji coba  oleh Ken Arok.

Empu Gandring sesungguhnya berniat membuat karya yang paling  master piece sehingga  rencana produksi diperkirakan memakan waktu 7 bulan.  Selama itu pula Empu Gandring mengerahkan seluruh energi raga maupun spiritual guna menyempurnakan karya terbaiknya.  Namun belum genap waktu yang ditentukan, Ken Arok selaku pengorder , telah meminta keris tersebut . Akibat belum selesainya seluruh proses, berbagai tuah buruk yang terdapat dalam keris belum berhasil ditaklukkan , bahkan Empu Gandring menambahinya dengan  7 setan dendam yang akan langsung bekerja saat dirinya tewas.

Lenyapnya Keris dan Kematian Tohjaya
Di riwayatkan kemudian berturut-turut 7 orang  tewas oleh keris tersebut, salah satunya adalah Ken Arok sendiri.  Keris Empu Gandring diperkirakan lenyap dalam perlarian Apanji Tohjaya, Raja Singasari yang hanya memerintah satu tahun ( 1249 - 1250). Kala itu dua keponakannya, Ranggawuni dan Mahesa Cempaka melakukan pemberontakan besar-besaran sehingga membuat Tohjaya terluka oleh tombak dan lari ke desa Katang Lumbang ( sekarang di sekitar Pasuruan). Sebelum mengungsi, Tohjaya sempat memerintahkan pengawalnya untuk membawa kabur keris Empu Gandring bersamanya.  Celakanya, dalam pelariannya yang luka parah, sesuatu hal yang tidak mengenakkan dialami Tohjaya. Si pengawal  pembawa keris sekaligus pemikul tandu bagian depan, melorot celananya sehingga nampaklah bagian belahan pantat. Bagi Tohjaya ini pertanda buruk, sebuah arti bahwa dia tidak akan pernah jadi Raja. Maka, meski dalam keadaan luka, Tohjaya turun dari tandu lalu menombak sang pengawal. Si pengawal secara refleks menghindar sekaligus menyerang balik dengan keris Empu Gandring yang sedang dibawanya. Dada Tohjaya jebol.

Pupuh Serat Pararaton yang saya temukan, meski tidak lengkap, menuliskan cuplikan kemarahan Tohjaya karena  ketidak sengajaan pengawalnya tersebut :

Yogha kagyat sira Panji Tohjaya, malajeng kapisah, tinumbak tan kapisanan, marin ing geger, rinuruh den ing kawulan ira. Pinikul pinalayoken mareng Katang Lumbang. Kang amikul kasingse gadage, katon pamungkure.  Ling ira Panji Tohjaya ring kang amikul: ‘Beciki gadagta katon pamungkure.’ Sangkan ing tan awet ratu dene silit iku.

Terjemahan bebasnya kira-kira dibawah ini :

Panji Tohjaya sangat terperanjat, lari terpisah, namun dia tertombak meski cuma sekali. Setelah keadaan kondusif, para pengawal (kawulan) mencari dan memikulnya ke Katang Lumbang. Saat memikul seorang pengusung tandu terlepas celananya sehingga tampaklah bagian bokong.
Panji Tohjaya membentak “Rapikan celanamu, pantatmu kelihatan. Aku tidak akan awet jadi Raja gara-gara pantat itu !"

Tohjaya dimakamkan dalam suasana sederhana dan sepi, bahkan dimungkinkan jenasahnya di tinggalkan begitu saja di Katang Lumbang oleh pengawalnya yang tersisa. Keris Empu Gandring sendiri nampaknya juga di buang di TKP sehingga sulit melacaknya lagi.

Keris Empu Gandring menjadi sangat populer di telinga banyak orang karena membayangi kehidupan raja-raja Singasari. Namun keris yang satu ini rasanya tak kalah spektakuler, bahkan bisa jadi 100 kali lebih hebat ketimbang keris Empu Gandring.

 Pada bahasan sebelumnya saya telah menulis tentang sedikit sejarah keris, juga tentang sebuah keris lain yang cukup populer, yakni Keris Empu Gandring, mulai sejak proses produksi awal hingga masa kelenyapannya di daerah Katang Lumbang berbarengan dengan tewasnya Tohjaya.

Lalu keris apa sebenarnya yang bisa melebihi kemampuan fisik dan spiritual keris Empu  Gandring ? Sekali lagi ini hanya hasil prediksi setelah melihat dan membandingkannya dengan POINT-KERIS EMPU GANDRING   Anda boleh setuju tapi boleh saja tidak. Diskusi mengenai keris legenda sepertinya memang sulit berujung. Tapi inilah keris sakti yang lahir di masa Majapahit itu versi saya.

latar belakang penciptaan.

Perkembangan Majapahit menjadi sebuah kerajaan yang adikuasa dan super power, menjadikan pusat pemerintahan sebagai magnet dan daya  tarik tersendiri bagi kaum urban. Apalagi kalau bukan untuk mengadu nasib.

Sebagai sebuah daerah yang mempertemukan berbagai elemen kerajaan dari pelosok wilayah nusantara, baik secara social, budaya, ekonomi maupun politik, tentu tidak lepas dari sejumlah permasalahan di tingkat arus bawah. Di tingkat pejabat pun sering sekali terjadi friksi yang bisa berujung pada pemberontakan seperti masa-masa kelam era Jayanegara. Kala itu, para Jenderal yang tergabung dalam Dewan Dharma Putra justru memberontak satu persatu dan terus menerus, bahkan hampir saja menumbangkan pemerintahan yang sah kalau saja seorang perwira menengah dari kompi kawal Bhayangkara bernama Dipa ( kelak bernama Gajah Mada), tidak berusaha mengembalikan raja ke tahta.
Meski akhirnya Jayanegara berhasil kembali ke tahta, raja muda ini malah mati di kamar sendiri akibat di bunuh oleh dokter pribadi bernama Ra Tanca.

Kematian Jayanegara menandai Orde Lama telah berakhir. Tribhuwana Wijaya Tunggadewi yang menggantikan kakak tirinya, menunjuk Dipa sebagai Rakryan Patih Majapahit pada tahun 1334. Sejak saat itu juga Dipa menggunakan nama Gajah Mada.

Meski perempuan, Tribhuwana nampak piawai dalam memimpin dan mengembangkan pemerintahan. Terbukti wilayah Majapahit menjadi sangat luas secara geografis. Gajah Mada sendiri juga terus menerus membuktikan Sumpah Palapanya untuk mewujudkan suatu wilayah yang kemudian di sebut Nusantara.

Konsentrasi Tribhuwana pada pengembangan wilayah politik ini secara otomatis juga berimbas pada perkembangan dunia kemiliteran. Majapahit banyak menetaskan para pakar senjata yang kemudian melakukan berbagai eksperiment persenjataan. Keris adalah salah satu obyeknya. Dimana-mana terjadi eforia keris. Bukan hanya para prajurit, orang awampun selalu membawa keris kemanapun mereka pergi (walaupun dalam upacara pernikahan - agaknya hal ini kelak menjadi tradisi orang jawa).

Saking luar biasanya trend ini, seorang anggota ekspedisi Cheng Ho, yang bernama Ma Huan membuat catatan di tahun 1416  tentang kebiasaan orang-orang Majapahit yang kemanapun pergi selalu membawa pu-la-t'ou (keris) dan diselipkan pada ikat pinggang.

Seiring dengan perkembangan di berbagai lini, mereka yang tak dapat mengikuti pesatnya kemajuan seperti tertinggalkan. Terjadi jenjang yang cukup lebar di Majapahit antara kaum jelata dengan kaum pengusaha maupun birokrat. Sejumlah gesekan terjadi di tingkat bawah maupun atas. Maka, untuk mengatasi hal ini, tercetuslah gagasan rekonsiliasi nasional guna menghalangi terulangnya sejarah pemberontakan seperti era orde lama ( Era Jayanegara).

DPR / MPR kemudian merumuskan suatu keputusan yang cukup fenomenal dalam asas gotong royong , yakni menciptakan sekaligus meluhurkan sebuah  simbol persatuan kesatuan secara fisik maupun spiritual. Di wujudkan dalam bentuk keris yang dinamakan “ Keris Condong Campur “

Proses Produksi

100 orang pakar keris dan pakar spiritual berkumpul di pusat pemerintahan untuk melakukan konsolidasi membuat master plan. (bandingkan dengan keris empu Gandring yang hanya dikerjakan satu orang) Dalam diskusi yang panjang nan melelahkan, akhirnya berhasil diambil keputusan tentang bentuk dan elemen-elemen yang digunakan.

Mengacu pada wikipedia.org berikut ini keterangan kerisnya :

Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan dan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang tidak ada. Selain itu, keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Condong Campur merupakan suatu perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan. Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan. Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan. Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu.

Sayangnya, dalam proses produksi, tetap saja tidak terjadi titik temu. Masing-masing ahli saling menonjolkan kemampuannya sendiri sehingga dikabarkan, tuah dalam keris banyak berisi kegaiban buruk. Kekuatan spiritual yang ditanamkan saling berbenturan dan mengakibatkan keris Condong Campur memiliki watak mengerikan namun berkekuatan dahsyat.

Lenyapnya Keris
Meski telah berwujud, perseteruan panjang masih terus berlanjut diantara 100 empu tersebut. Perpecahan kembali terjadi. Masing-masing golongan menciptakan keris tandingan yang tujuannya adalah untuk menghancurkan Keris Condong Campur.

Keris tandingan pertama di beri nama “Sabuk Inten”, yang artinya Ikat Pinggang Permata. Produksi keris ini di dukung oleh kalangan bisnisman dan pejabat tinggi. Keris dari golongan kedua diberi nama “Sengkelat “ yang artinya “ Sengkel Atine ( Jengkel Hatinya ) “. Produksi keris Sengkelat di dukung oleh kaum anti kemapanan yang terpinggirkan.

Konon, suatu malam Keris Sabuk Inten di lepaskan untuk mengadu kesaktian dengan Keris Condong Campur. Dua tuah sakti berikut para pengikut gaibnya bertempur di udara dengan gegap gempita. Bumi bergetar dan langit penuh cahaya. Pertempuran gaib ini dimenangkan oleh Condong Campur, sementara Sabuk Inten menyelamatkan diri dengan bersembunyi pada kedalaman bumi.

Pada malam yang lain, ganti Sengkelat yang diluncurkan menghantam kedudukan Condong Campur. Kekalahan Sabuk Inten rupanya menjadi pelajaran bagi operator Sengkelat untuk memperkuat kesaktian keris tersebut. Dukungan berduyun-duyun secara spiritual dari kalangan arus bawah membuat Sengkelat berhasil memukul mundur posisi pertahanan Condong Campur. Keris itupun melarikan diri bersembunyi di antara galaksi jagad raya. Sebelum kabur, Condong Campur sempat membuat ikrar, bahwa dirinya akan datang kembali ke bumi pada masa 500 tahun ke depan untuk membuat bencana dan parade kematian.

 Mungkin anda sudah pernah mendengar tentang keris Mpu Gandring, tapi bukan keris ini yang saya maksud. Keris yang dibuat seorang empu dari desa Lulumbang ( Sekarang Wlingi-Blitar) itu ternyata masih punya pesaing yang diyakini punya tuah sakti lebih dahsyat dan kharismatik. Lalu keris apa ?

Sebelum keris ini diciptakan, Keris Empu Gandring memang cukup populer dan fenomenal karena mengiringi kesejarahan berdirinya Singosari dan berlanjut ke Majapahit. Namun tidak ada salahnya saya membagi tulisan ini dalam point-point singkat dibawah ini :

Apa itu Keris
Keris adalah sebilah besi tipis, bersisi tajam di kanan kiri, dengan ujung runcing yang bisa digolongkan sebagai senjata tikam jenis belati. Ada kalanya empu (sebutan untuk pembuat keris) membuat variasi tersendiri terhadap model keris. Namun yang paling umum adalah keris yang berbentuk lurus dan ada pula yang berkelok-kelok.

Pada masa lalu, keris memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

    sebagai senjata dalam duel maupun peperangan
    sebagai pelengkap ritual (sesaji).
    Sebagai sumber kekuatan batin dan spiritual
    Sebagai symbol pemerintahan (pusaka)  yang diluhurkan

Fungsi keris pada masa kini adalah

    Sebagai karya seni, koleksi dan konservasi kebudayaan (tahun 2005 telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia)
    Sebagai penambah sugesti spiritual

Istilah penyebutan Keris sendiri di temukan dari  Prasasti Karang Tengah yang menggunakan angka tahun 824 Masehi. Senada dengan prasasti, di Candi Borobudur juga terdapat penggambaran sebuah benda mirip keris pada salah satu relief.  Hal ini mengidentifikasikan bahwa keris memang sudah menjadi bagian dari masyarakat kala itu, mengingat Prasasti Karang Tengah dan Candi Borobudur sama-sama dibuat ditahun 800-an.

Keris terus mengalami transformasi bentuk dan modifikasi, mulai dari wujud polos mirip belati hingga menjadi seperti yang kita ketahui sekarang.  Namun bisa dikatakan budaya perkerisan mencapai perkembangan yang cukup signifikan di era awal Singasari hingga Majapahit.

Oke, sebelum saya menulis kisah keris paling sakti yang saya maksud, terlebih dahulu saya akan menulis tentang Keris Empu Gandring sebagai pengantar

Keris Empu Gandring
Adalah sebuah keris yang digarap pengerjaannya oleh seorang Empu (pakar) terkemuka bernama Gandring.  Empu Gandring banyak memproduksi karya-karyanya di desa Lulumbang yang diperkirakan sekarang letaknya di sekitar Wlingi – Blitar. Sampai sekarang daerah tersebut masih ditemukan jejak-jejak para  pande besi maupun empu keris ( Salah satu yang cukup ternama  adalah Almarhum Bapak Sumodadi ).

Keberadaan keris Empu Gandring saat ini memang masih misterius walaupun kesejarahannya tercatat dalam Serat Pararaton ( KItab Raja-Raja). Keris ini dianggap pemicu bencana turun temurun dalam suksesi kepemimpinan Singasari. Kutukan sang empu yang terbunuh oleh keris buatannya sendiri ini , dikisahkan terus menyertai Singasari bahkan sampai runtuhnya kerajaan berhaluan Tantrayana  tersebut. Dari  ujaran beberapa spiritualis yang pernah saya dengar, keris Empu Gandring dibuat dari bahan baku batu meteor sehingga elemennya sangat keras.  Bahkan lumpang batu milik Empu Gandringpun hancur berkeping-keping ketika keris tersebut di uji coba  oleh Ken Arok.

Empu Gandring sesungguhnya berniat membuat karya yang paling  master piece sehingga  rencana produksi diperkirakan memakan waktu 7 bulan.  Selama itu pula Empu Gandring mengerahkan seluruh energi raga maupun spiritual guna menyempurnakan karya terbaiknya.  Namun belum genap waktu yang ditentukan, Ken Arok selaku pengorder , telah meminta keris tersebut . Akibat belum selesainya seluruh proses, berbagai tuah buruk yang terdapat dalam keris belum berhasil ditaklukkan , bahkan Empu Gandring menambahinya dengan  7 setan dendam yang akan langsung bekerja saat dirinya tewas.

Lenyapnya Keris dan Kematian Tohjaya
Di riwayatkan kemudian berturut-turut 7 orang  tewas oleh keris tersebut, salah satunya adalah Ken Arok sendiri.  Keris Empu Gandring diperkirakan lenyap dalam perlarian Apanji Tohjaya, Raja Singasari yang hanya memerintah satu tahun ( 1249 - 1250). Kala itu dua keponakannya, Ranggawuni dan Mahesa Cempaka melakukan pemberontakan besar-besaran sehingga membuat Tohjaya terluka oleh tombak dan lari ke desa Katang Lumbang ( sekarang di sekitar Pasuruan). Sebelum mengungsi, Tohjaya sempat memerintahkan pengawalnya untuk membawa kabur keris Empu Gandring bersamanya.  Celakanya, dalam pelariannya yang luka parah, sesuatu hal yang tidak mengenakkan dialami Tohjaya. Si pengawal  pembawa keris sekaligus pemikul tandu bagian depan, melorot celananya sehingga nampaklah bagian belahan pantat. Bagi Tohjaya ini pertanda buruk, sebuah arti bahwa dia tidak akan pernah jadi Raja. Maka, meski dalam keadaan luka, Tohjaya turun dari tandu lalu menombak sang pengawal. Si pengawal secara refleks menghindar sekaligus menyerang balik dengan keris Empu Gandring yang sedang dibawanya. Dada Tohjaya jebol.

Pupuh Serat Pararaton yang saya temukan, meski tidak lengkap, menuliskan cuplikan kemarahan Tohjaya karena  ketidak sengajaan pengawalnya tersebut :

Yogha kagyat sira Panji Tohjaya, malajeng kapisah, tinumbak tan kapisanan, marin ing geger, rinuruh den ing kawulan ira. Pinikul pinalayoken mareng Katang Lumbang. Kang amikul kasingse gadage, katon pamungkure.  Ling ira Panji Tohjaya ring kang amikul: ‘Beciki gadagta katon pamungkure.’ Sangkan ing tan awet ratu dene silit iku.

Terjemahan bebasnya kira-kira dibawah ini :

Panji Tohjaya sangat terperanjat, lari terpisah, namun dia tertombak meski cuma sekali. Setelah keadaan kondusif, para pengawal (kawulan) mencari dan memikulnya ke Katang Lumbang. Saat memikul seorang pengusung tandu terlepas celananya sehingga tampaklah bagian bokong.
Panji Tohjaya membentak “Rapikan celanamu, pantatmu kelihatan. Aku tidak akan awet jadi Raja gara-gara pantat itu !"

Tohjaya dimakamkan dalam suasana sederhana dan sepi, bahkan dimungkinkan jenasahnya di tinggalkan begitu saja di Katang Lumbang oleh pengawalnya yang tersisa. Keris Empu Gandring sendiri nampaknya juga di buang di TKP sehingga sulit melacaknya lagi.

Keris Empu Gandring menjadi sangat populer di telinga banyak orang karena membayangi kehidupan raja-raja Singasari. Namun keris yang satu ini rasanya tak kalah spektakuler, bahkan bisa jadi 100 kali lebih hebat ketimbang keris Empu Gandring.

 Pada bahasan sebelumnya saya telah menulis tentang sedikit sejarah keris, juga tentang sebuah keris lain yang cukup populer, yakni Keris Empu Gandring, mulai sejak proses produksi awal hingga masa kelenyapannya di daerah Katang Lumbang berbarengan dengan tewasnya Tohjaya.

Lalu keris apa sebenarnya yang bisa melebihi kemampuan fisik dan spiritual keris Empu  Gandring ? Sekali lagi ini hanya hasil prediksi setelah melihat dan membandingkannya dengan POINT-KERIS EMPU GANDRING   Anda boleh setuju tapi boleh saja tidak. Diskusi mengenai keris legenda sepertinya memang sulit berujung. Tapi inilah keris sakti yang lahir di masa Majapahit itu versi saya.

latar belakang penciptaan.

Perkembangan Majapahit menjadi sebuah kerajaan yang adikuasa dan super power, menjadikan pusat pemerintahan sebagai magnet dan daya  tarik tersendiri bagi kaum urban. Apalagi kalau bukan untuk mengadu nasib.

Sebagai sebuah daerah yang mempertemukan berbagai elemen kerajaan dari pelosok wilayah nusantara, baik secara social, budaya, ekonomi maupun politik, tentu tidak lepas dari sejumlah permasalahan di tingkat arus bawah. Di tingkat pejabat pun sering sekali terjadi friksi yang bisa berujung pada pemberontakan seperti masa-masa kelam era Jayanegara. Kala itu, para Jenderal yang tergabung dalam Dewan Dharma Putra justru memberontak satu persatu dan terus menerus, bahkan hampir saja menumbangkan pemerintahan yang sah kalau saja seorang perwira menengah dari kompi kawal Bhayangkara bernama Dipa ( kelak bernama Gajah Mada), tidak berusaha mengembalikan raja ke tahta.
Meski akhirnya Jayanegara berhasil kembali ke tahta, raja muda ini malah mati di kamar sendiri akibat di bunuh oleh dokter pribadi bernama Ra Tanca.

Kematian Jayanegara menandai Orde Lama telah berakhir. Tribhuwana Wijaya Tunggadewi yang menggantikan kakak tirinya, menunjuk Dipa sebagai Rakryan Patih Majapahit pada tahun 1334. Sejak saat itu juga Dipa menggunakan nama Gajah Mada.

Meski perempuan, Tribhuwana nampak piawai dalam memimpin dan mengembangkan pemerintahan. Terbukti wilayah Majapahit menjadi sangat luas secara geografis. Gajah Mada sendiri juga terus menerus membuktikan Sumpah Palapanya untuk mewujudkan suatu wilayah yang kemudian di sebut Nusantara.

Konsentrasi Tribhuwana pada pengembangan wilayah politik ini secara otomatis juga berimbas pada perkembangan dunia kemiliteran. Majapahit banyak menetaskan para pakar senjata yang kemudian melakukan berbagai eksperiment persenjataan. Keris adalah salah satu obyeknya. Dimana-mana terjadi eforia keris. Bukan hanya para prajurit, orang awampun selalu membawa keris kemanapun mereka pergi (walaupun dalam upacara pernikahan - agaknya hal ini kelak menjadi tradisi orang jawa).

Saking luar biasanya trend ini, seorang anggota ekspedisi Cheng Ho, yang bernama Ma Huan membuat catatan di tahun 1416  tentang kebiasaan orang-orang Majapahit yang kemanapun pergi selalu membawa pu-la-t'ou (keris) dan diselipkan pada ikat pinggang.

Seiring dengan perkembangan di berbagai lini, mereka yang tak dapat mengikuti pesatnya kemajuan seperti tertinggalkan. Terjadi jenjang yang cukup lebar di Majapahit antara kaum jelata dengan kaum pengusaha maupun birokrat. Sejumlah gesekan terjadi di tingkat bawah maupun atas. Maka, untuk mengatasi hal ini, tercetuslah gagasan rekonsiliasi nasional guna menghalangi terulangnya sejarah pemberontakan seperti era orde lama ( Era Jayanegara).

DPR / MPR kemudian merumuskan suatu keputusan yang cukup fenomenal dalam asas gotong royong , yakni menciptakan sekaligus meluhurkan sebuah  simbol persatuan kesatuan secara fisik maupun spiritual. Di wujudkan dalam bentuk keris yang dinamakan “ Keris Condong Campur “

Proses Produksi

100 orang pakar keris dan pakar spiritual berkumpul di pusat pemerintahan untuk melakukan konsolidasi membuat master plan. (bandingkan dengan keris empu Gandring yang hanya dikerjakan satu orang) Dalam diskusi yang panjang nan melelahkan, akhirnya berhasil diambil keputusan tentang bentuk dan elemen-elemen yang digunakan.

Mengacu pada wikipedia.org berikut ini keterangan kerisnya :

Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan dan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang tidak ada. Selain itu, keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Condong Campur merupakan suatu perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan. Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan. Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan. Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu.

Sayangnya, dalam proses produksi, tetap saja tidak terjadi titik temu. Masing-masing ahli saling menonjolkan kemampuannya sendiri sehingga dikabarkan, tuah dalam keris banyak berisi kegaiban buruk. Kekuatan spiritual yang ditanamkan saling berbenturan dan mengakibatkan keris Condong Campur memiliki watak mengerikan namun berkekuatan dahsyat.

Lenyapnya Keris
Meski telah berwujud, perseteruan panjang masih terus berlanjut diantara 100 empu tersebut. Perpecahan kembali terjadi. Masing-masing golongan menciptakan keris tandingan yang tujuannya adalah untuk menghancurkan Keris Condong Campur.

Keris tandingan pertama di beri nama “Sabuk Inten”, yang artinya Ikat Pinggang Permata. Produksi keris ini di dukung oleh kalangan bisnisman dan pejabat tinggi. Keris dari golongan kedua diberi nama “Sengkelat “ yang artinya “ Sengkel Atine ( Jengkel Hatinya ) “. Produksi keris Sengkelat di dukung oleh kaum anti kemapanan yang terpinggirkan.

Konon, suatu malam Keris Sabuk Inten di lepaskan untuk mengadu kesaktian dengan Keris Condong Campur. Dua tuah sakti berikut para pengikut gaibnya bertempur di udara dengan gegap gempita. Bumi bergetar dan langit penuh cahaya. Pertempuran gaib ini dimenangkan oleh Condong Campur, sementara Sabuk Inten menyelamatkan diri dengan bersembunyi pada kedalaman bumi.

Pada malam yang lain, ganti Sengkelat yang diluncurkan menghantam kedudukan Condong Campur. Kekalahan Sabuk Inten rupanya menjadi pelajaran bagi operator Sengkelat untuk memperkuat kesaktian keris tersebut. Dukungan berduyun-duyun secara spiritual dari kalangan arus bawah membuat Sengkelat berhasil memukul mundur posisi pertahanan Condong Campur. Keris itupun melarikan diri bersembunyi di antara galaksi jagad raya. Sebelum kabur, Condong Campur sempat membuat ikrar, bahwa dirinya akan datang kembali ke bumi pada masa 500 tahun ke depan untuk membuat bencana dan parade kematian.

KERIS SAKTI MPU GANDRING
http://4.bp.blogspot.com/-bUYA_YJlbqk/UeocmdJmPNI/AAAAAAAAAN0/XOcngBTPlEs/s72-c/EMPU+KERIS.jpg
Order View detail
NAMA BATU MUSTIKA SAKTI

NAMA BATU MUSTIKA SAKTI

Jenis Jenis Mustika, Batu Mustika Air, Batu Mustika Api, Batu Mustika Bambu, Batu Mustika Embun, Batu Mustika Kelapa, Batu Mustika Serai, Batu Mustika Naga, Batu Mustika Petir, Batu Mustika Halilintar, Batu Mustika Cakrawala, Batu Mustika Santet, Batu Mustika Pelet, Batu Mustika Jaran Goyang, Batu Mustika Secang, Batu Mustika Laut Selatan, Batu Mustika Sunan Kalijaga, Batu Mustika Muris, Batu Mustika Tarikan Ghaib, Batu Mustika Tembus Sukma, Batu Mustika Puser Bumi, Batu Mustika Sumur Bandung, Batu Mustika Segoro, Batu Mustika 1000 Khodam, Batu Mustika Jin, Batu Mustika Macan, Batu Mustika Harimau, Batu Mustika Keladen, Batu Mustika Elang, Batu Mustika Rajawali, Batu Mustika Linsang, Batu Mustika Ular, Batu Mustika Lipan, Batu Mustika Hitam, Batu Mustika Putih, Batu Mustika Kuning, batu Mustika Hijau, Batu Mustika Merah, Batu Mustika Khodam Wanita, Batu Mustika Khodam Cantik, Batu Mustika Gunung, Batu Mustika Emas, Batu Mustika Badar Besi, Batu Mustika Kelelawar, Batu Mustika Pohon, Batu Mustika Bunga, Batu Mustika Asli, Batu Mustika Isian, Batu Alam Goib, Batu Mustika Khodam Ganas, Batu Mustika Jaran Goyang, Batu Mustika Kalajengking, Geliga Lipan, Buntat Air, Buntat Embun
Jenis Jenis Mustika, Batu Mustika Air, Batu Mustika Api, Batu Mustika Bambu, Batu Mustika Embun, Batu Mustika Kelapa, Batu Mustika Serai, Batu Mustika Naga, Batu Mustika Petir, Batu Mustika Halilintar, Batu Mustika Cakrawala, Batu Mustika Santet, Batu Mustika Pelet, Batu Mustika Jaran Goyang, Batu Mustika Secang, Batu Mustika Laut Selatan, Batu Mustika Sunan Kalijaga, Batu Mustika Muris, Batu Mustika Tarikan Ghaib, Batu Mustika Tembus Sukma, Batu Mustika Puser Bumi, Batu Mustika Sumur Bandung, Batu Mustika Segoro, Batu Mustika 1000 Khodam, Batu Mustika Jin, Batu Mustika Macan, Batu Mustika Harimau, Batu Mustika Keladen, Batu Mustika Elang, Batu Mustika Rajawali, Batu Mustika Linsang, Batu Mustika Ular, Batu Mustika Lipan, Batu Mustika Hitam, Batu Mustika Putih, Batu Mustika Kuning, batu Mustika Hijau, Batu Mustika Merah, Batu Mustika Khodam Wanita, Batu Mustika Khodam Cantik, Batu Mustika Gunung, Batu Mustika Emas, Batu Mustika Badar Besi, Batu Mustika Kelelawar, Batu Mustika Pohon, Batu Mustika Bunga, Batu Mustika Asli, Batu Mustika Isian, Batu Alam Goib, Batu Mustika Khodam Ganas, Batu Mustika Jaran Goyang, Batu Mustika Kalajengking, Geliga Lipan, Buntat Air, Buntat Embun
NAMA BATU MUSTIKA SAKTI
http://1.bp.blogspot.com/-TEL92JOwSKQ/UhBgAFWFMjI/AAAAAAAAAfA/kABWZHgF4As/s72-c/header+pusat+benda+bertuah.jpg
Order View detail
NYAI RORO KIDUL

NYAI RORO KIDUL



Legenda
Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram Islam (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut. Pada saat tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma, Bantul, dan di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang Ratu. Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu. Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan buruk pada saat bulan menuju bulan mati.
Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai atau Nyi Rara Kidul (kadang-kadang ada yang menyebut Nyi Lara Kidul). Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya. Karena itu pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.
Di kalangan masyarakat Sunda berkembang anggapan bahwa Ratu Kidul merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu. Dalam kepercayaan Jawa tokoh ini dianggap bukanlah Ratu Laut Selatan yang sesungguhnya, melainkan diidentikkan dengan Nyi Rara Kidul, pembantu setia Kanjeng Ratu Kidul. Hal ini berdasarkan kepercayaan bahwa Ratu Kidul berusia jauh lebih tua dan menguasai Laut Selatan jauh lebih lama sebelum sejarah Kerajaan Pajajaran.

Legenda Sunda
Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan Jawa Barat yang berwujud perempuan cantik. Tokoh ini disebut Nyi Rara Kidul. Pada perkembangannya masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Jawa, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Berikut adalah kisahnya.
Di masa lalu, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Dewi Kadita adalah anak dari Raja Munding Wangi, Raja Kerajaan Pajajaran. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkawinan tersebut. Maka, bahagialah sang Raja.
Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja tanpa ada penantang atas takhtanya, dan ia pun berusaha untuk menyingkirkan Dewi Kadita. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap Raja, dan meminta agar sang Raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu Raja menolak. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara hanya tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya. Tetapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.
Pada keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun tukang tenung. Dia ingin sang dukun meneluh atau mengutuk Kadita, anak tirinya. Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.
Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya karena dianggap akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.
Puteri yang malang itu pun pergi berkelana sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dewi Kadita yang berhati yang mulia, tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Sang Hyang Kersa mendampinginya dalam menanggung penderitaan.
Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa dalam Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Rara Kidul yang hidup selamanya. Kawasan Pantai Palabuhanratu secara khusus dikaitkan dengan legenda ini.

Legenda Jawa
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung yang dimuliakan dan dihormati dalam mitologi Jawa. Karena orang Jawa mengenal sebuah istilah "telu-teluning atunggal" yaitu tiga sosok yang menjadi satu kekuatan. Yaitu, Eyang Resi Projopati, Panembahan Senopati, dan Ratu Kidul. Panembahan merupakan pendiri kerajaan Mataram Islam, yang dipertemukan oleh Ratu Kidul ketika bertiwikrama sesuai arahan Sunan Kalijaga guna memenuhi wangsit yang diterimanya membangun sebuah keraton yang sebelumnya sebuah hutan dengan nama "alas mentaok" (kini Kotagede di Daerah Istimewa Yogyakarta). Pada proses bertapa, diceritakan semua alam menjadi kacau, ombak besar, hujan badai, gempa, dan gunung meletus. Ratu Kidul setuju membantu dan melindungi Kerajaan Mataram, dan bahkan dipercaya menjadi "istri spiritual" bagi Raja-raja trah Mataram Islam.
Pemahaman terkait penguasa laut selatan harus diluruskan. Karena antara "Rara kidul" dengan "Ratu kidul" sangatlah berbeda. Namun sudah menjadi pemahaman umum bahwa sosok tersebut adalah sama. Dalam kepercayaan Kejawen, yaitu kepercayaan Jawa yang dipengaruhi Hindu dan sudah bercampur beberapa unsur Islam, dalam mitologi Jawa, alam kehidupan itu terbagi menjadi beberapa Tahap. Tahap pertama adalah alam Kadewan, kedua adalah alam Nabi, ketiga adalah alam Wali, keempat alam Menungsa (Manusia) dan yang akan datang adalah alam Adil. Pada mitologi Jawa, Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping telu yang kemudian mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi (Dewi Sri) dan dewi alam lainnya. Sedangkan Rara Kidul merupakan Putri dari Raja Sunda yang terusir oleh ayahandanya sendiri karena ulah dari ibu tirinya sendiri yang kemudian menjelma menjadi sosok penguasa di laut selatan setelah menceburkan diri di laut selatan. Dan cerita terkait antara "Ratu Kidul" dengan "Rara Kidul" bisa dikatakan beda fase tahapan kehidupan menurut mitologi Jawa.

Ritual dan pemuliaan
Berbagai macam ritual dan penghormatan dilakukan orang untuk menghormati tokoh legendaris ini. Pantai Palabuhanratu dikaitkan sebagai tempat berkuasanya Sang Ratu Pantai Selatan. Di sekitar lokasi pantai Palabuhan Ratu tepatnya di Karang Hawu terdapat tempat petilasan (persinggahan) Ratu Pantai Selatan, yang dapat dikunjungi untuk melakukan ritual tertentu ataupun hanya sekedar melihat-lihat. Di komplek yang dikeramatkan oleh penduduk setempat ini, terdapat sekurangnya dua ruangan cukup besar yang didalamnya terdapat beberapa makam yang dipercaya penduduk sebagai makam Eyang Sanca Manggala, Eyang Jalah Mata Makuta dan Eyang Syeh Husni Ali. Di beberapa ruangan juga terpampang gambar sang penguasa Laut Selatan Nyi Rara Kidul. Penghormatan serta pemuliaan kepada Ratu/Penguasa laut selatan juga terdapat pada sebuah kelenteng yang terletak di bilangan pekojan - jakarta barat yaitu di Vihara Kalyana Mitta

Sedekah laut
Masyarakat nelayan pantai selatan Jawa setiap tahun melakukan sedekah laut sebagai persembahan kepada sang Ratu agar menjaga keselamatan para nelayan dan membantu perbaikan penghasilan. Upacara ini dilakukan nelayan di pantai Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Pangandaran, Cilacap, Sakawayana dan sebagainya. Sebagian besar para wisatawan yang berkunjung baik itu lokal maupun manca negara datang ke Pelabuhan Ratu karena keindahan panoramanya sekaligus tradisi ritual ini. Disaat-saat tertentu banyak acara ritual yang sering digelar penduduk setempat sebagai rasa terima kasih mereka terhadap sang penguasa laut selatan.

Tari Bedaya Ketawang
Naskah tertua yang menyebut-nyebut tentang tokoh mistik ini adalah Babad Tanah Jawi. Panembahan Senopati adalah orang pertama yang disebut sebagai Raja yang menyunting Sang Ratu Kidul. Dari kepercayaan ini diciptakan Tari Bedaya Ketawang dari kraton Kasunanan Surakarta (pada masa Sunan Pakubuwana I), yang digelar setiap tahun, yang dipercaya sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Sunan duduk di samping kursi kosong yang disediakan bagi Sang Ratu Kidul. Pengamat sejarah kebanyakan beranggapan, keyakinan akan Kanjeng Ratu Kidul memang dibuat untuk melegitimasi kekuasaan dinasti Mataram.

Larangan berpakaian hijau
Peringatan selalu diberikan kepada orang yang berkunjung ke pantai selatan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau. Mereka dapat menjadi sasaran Nyai Rara Kidul untuk dijadikan tentara atau pelayannya.

Ruang khusus di hotel
Pemilik hotel yang berada di pantai selatan Jawa dan Bali menyediakan ruang khusus bagi Sang Ratu. Yang terkenal adalah Kamar 327 dan 2401 di Hotel Grand Bali Beach. Kamar 327 adalah satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada peristiwa kebakaran besar Januari 1993. Setelah pemugaran, Kamar 327 dan 2401 selalu dirawat, diberi hiasan ruangan dengan warna hijau, diberi suguhan (sesaji) setiap hari, namun tidak untuk dihuni dan khusus dipersembahkan bagi Ratu Kidul. Hal yang sama juga dilakukan di Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu. Kamar 308 disiapkan khusus bagi Ratu Kidul. Di dalam ruangan ini terpajang beberapa lukisan Kanjeng Ratu Kidul karya pelukis Basoeki Abdullah. Di Yogyakarta, Hotel Queen of The South di dekat Parangtritis mereservasi Kamar 33 bagi Sang Kanjeng Ratu.


Legenda
Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram Islam (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut. Pada saat tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma, Bantul, dan di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang Ratu. Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu. Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan buruk pada saat bulan menuju bulan mati.
Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai atau Nyi Rara Kidul (kadang-kadang ada yang menyebut Nyi Lara Kidul). Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya. Karena itu pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.
Di kalangan masyarakat Sunda berkembang anggapan bahwa Ratu Kidul merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu. Dalam kepercayaan Jawa tokoh ini dianggap bukanlah Ratu Laut Selatan yang sesungguhnya, melainkan diidentikkan dengan Nyi Rara Kidul, pembantu setia Kanjeng Ratu Kidul. Hal ini berdasarkan kepercayaan bahwa Ratu Kidul berusia jauh lebih tua dan menguasai Laut Selatan jauh lebih lama sebelum sejarah Kerajaan Pajajaran.

Legenda Sunda
Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan Jawa Barat yang berwujud perempuan cantik. Tokoh ini disebut Nyi Rara Kidul. Pada perkembangannya masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Jawa, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Berikut adalah kisahnya.
Di masa lalu, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Dewi Kadita adalah anak dari Raja Munding Wangi, Raja Kerajaan Pajajaran. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkawinan tersebut. Maka, bahagialah sang Raja.
Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja tanpa ada penantang atas takhtanya, dan ia pun berusaha untuk menyingkirkan Dewi Kadita. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap Raja, dan meminta agar sang Raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu Raja menolak. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara hanya tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya. Tetapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.
Pada keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun tukang tenung. Dia ingin sang dukun meneluh atau mengutuk Kadita, anak tirinya. Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.
Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya karena dianggap akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.
Puteri yang malang itu pun pergi berkelana sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dewi Kadita yang berhati yang mulia, tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Sang Hyang Kersa mendampinginya dalam menanggung penderitaan.
Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa dalam Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Rara Kidul yang hidup selamanya. Kawasan Pantai Palabuhanratu secara khusus dikaitkan dengan legenda ini.

Legenda Jawa
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung yang dimuliakan dan dihormati dalam mitologi Jawa. Karena orang Jawa mengenal sebuah istilah "telu-teluning atunggal" yaitu tiga sosok yang menjadi satu kekuatan. Yaitu, Eyang Resi Projopati, Panembahan Senopati, dan Ratu Kidul. Panembahan merupakan pendiri kerajaan Mataram Islam, yang dipertemukan oleh Ratu Kidul ketika bertiwikrama sesuai arahan Sunan Kalijaga guna memenuhi wangsit yang diterimanya membangun sebuah keraton yang sebelumnya sebuah hutan dengan nama "alas mentaok" (kini Kotagede di Daerah Istimewa Yogyakarta). Pada proses bertapa, diceritakan semua alam menjadi kacau, ombak besar, hujan badai, gempa, dan gunung meletus. Ratu Kidul setuju membantu dan melindungi Kerajaan Mataram, dan bahkan dipercaya menjadi "istri spiritual" bagi Raja-raja trah Mataram Islam.
Pemahaman terkait penguasa laut selatan harus diluruskan. Karena antara "Rara kidul" dengan "Ratu kidul" sangatlah berbeda. Namun sudah menjadi pemahaman umum bahwa sosok tersebut adalah sama. Dalam kepercayaan Kejawen, yaitu kepercayaan Jawa yang dipengaruhi Hindu dan sudah bercampur beberapa unsur Islam, dalam mitologi Jawa, alam kehidupan itu terbagi menjadi beberapa Tahap. Tahap pertama adalah alam Kadewan, kedua adalah alam Nabi, ketiga adalah alam Wali, keempat alam Menungsa (Manusia) dan yang akan datang adalah alam Adil. Pada mitologi Jawa, Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping telu yang kemudian mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi (Dewi Sri) dan dewi alam lainnya. Sedangkan Rara Kidul merupakan Putri dari Raja Sunda yang terusir oleh ayahandanya sendiri karena ulah dari ibu tirinya sendiri yang kemudian menjelma menjadi sosok penguasa di laut selatan setelah menceburkan diri di laut selatan. Dan cerita terkait antara "Ratu Kidul" dengan "Rara Kidul" bisa dikatakan beda fase tahapan kehidupan menurut mitologi Jawa.

Ritual dan pemuliaan
Berbagai macam ritual dan penghormatan dilakukan orang untuk menghormati tokoh legendaris ini. Pantai Palabuhanratu dikaitkan sebagai tempat berkuasanya Sang Ratu Pantai Selatan. Di sekitar lokasi pantai Palabuhan Ratu tepatnya di Karang Hawu terdapat tempat petilasan (persinggahan) Ratu Pantai Selatan, yang dapat dikunjungi untuk melakukan ritual tertentu ataupun hanya sekedar melihat-lihat. Di komplek yang dikeramatkan oleh penduduk setempat ini, terdapat sekurangnya dua ruangan cukup besar yang didalamnya terdapat beberapa makam yang dipercaya penduduk sebagai makam Eyang Sanca Manggala, Eyang Jalah Mata Makuta dan Eyang Syeh Husni Ali. Di beberapa ruangan juga terpampang gambar sang penguasa Laut Selatan Nyi Rara Kidul. Penghormatan serta pemuliaan kepada Ratu/Penguasa laut selatan juga terdapat pada sebuah kelenteng yang terletak di bilangan pekojan - jakarta barat yaitu di Vihara Kalyana Mitta

Sedekah laut
Masyarakat nelayan pantai selatan Jawa setiap tahun melakukan sedekah laut sebagai persembahan kepada sang Ratu agar menjaga keselamatan para nelayan dan membantu perbaikan penghasilan. Upacara ini dilakukan nelayan di pantai Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Pangandaran, Cilacap, Sakawayana dan sebagainya. Sebagian besar para wisatawan yang berkunjung baik itu lokal maupun manca negara datang ke Pelabuhan Ratu karena keindahan panoramanya sekaligus tradisi ritual ini. Disaat-saat tertentu banyak acara ritual yang sering digelar penduduk setempat sebagai rasa terima kasih mereka terhadap sang penguasa laut selatan.

Tari Bedaya Ketawang
Naskah tertua yang menyebut-nyebut tentang tokoh mistik ini adalah Babad Tanah Jawi. Panembahan Senopati adalah orang pertama yang disebut sebagai Raja yang menyunting Sang Ratu Kidul. Dari kepercayaan ini diciptakan Tari Bedaya Ketawang dari kraton Kasunanan Surakarta (pada masa Sunan Pakubuwana I), yang digelar setiap tahun, yang dipercaya sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Sunan duduk di samping kursi kosong yang disediakan bagi Sang Ratu Kidul. Pengamat sejarah kebanyakan beranggapan, keyakinan akan Kanjeng Ratu Kidul memang dibuat untuk melegitimasi kekuasaan dinasti Mataram.

Larangan berpakaian hijau
Peringatan selalu diberikan kepada orang yang berkunjung ke pantai selatan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau. Mereka dapat menjadi sasaran Nyai Rara Kidul untuk dijadikan tentara atau pelayannya.

Ruang khusus di hotel
Pemilik hotel yang berada di pantai selatan Jawa dan Bali menyediakan ruang khusus bagi Sang Ratu. Yang terkenal adalah Kamar 327 dan 2401 di Hotel Grand Bali Beach. Kamar 327 adalah satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada peristiwa kebakaran besar Januari 1993. Setelah pemugaran, Kamar 327 dan 2401 selalu dirawat, diberi hiasan ruangan dengan warna hijau, diberi suguhan (sesaji) setiap hari, namun tidak untuk dihuni dan khusus dipersembahkan bagi Ratu Kidul. Hal yang sama juga dilakukan di Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu. Kamar 308 disiapkan khusus bagi Ratu Kidul. Di dalam ruangan ini terpajang beberapa lukisan Kanjeng Ratu Kidul karya pelukis Basoeki Abdullah. Di Yogyakarta, Hotel Queen of The South di dekat Parangtritis mereservasi Kamar 33 bagi Sang Kanjeng Ratu.
NYAI RORO KIDUL
http://2.bp.blogspot.com/-z8Rbw0dLEV0/UeV8vnUgLUI/AAAAAAAAAKc/Jzk-Wwc4WHc/s72-c/nyi-roro-kidul-2.jpg
Order View detail
TUAH KERIS

TUAH KERIS

khodam keris pusaka

Magic yang keluar dari aura keris, banyak orang yang menyebutnya sebagai ilmu hipnotis atau daya saran, bagi manusia atau hewan dapat juga berpengaruh oleh daya saran tersebut. Sehingga apapun yang disugestikan oleh seorang hipnotisur akan mempengaruhi jalan pikirannya.

Berdasarkan ilmu perkerisan, bisa disimpulkan, bahwa para empu zaman dulu adalah seorang pakar ahli bathin, sehingga mereka mampu menciptakan sebilah keris dengan memasukkan ilmu aji atau postipnotis pada tiap tempaannya sehingga serat keris itu jadi mempunyai suatu daya magic yang sangat besar pengaruhnya.

Berdasarkan hasil penelitian para psikologi tersebut. Keris menjadi suatu kepercayaan dan kebanggaan si pemegang karena tuahnya, bahkan dari situ pula sugesti orang akan terpanggil. Seperti keris bisa berwujud manusia serem, berubah seekor naga dan lain-lain.

Konon permulaan keris terjadi di zaman pewayangan. Dalam prasejarah mengatakan para dewa membuatnya untuk para manusia bumi yang membutuhkan. Sebut saja keluarga Bharata. Baik itu dari kelompok Astina atau kalangan Pandawa. Tentunya mereka harus melalui ritual yang cukup lama sehingga para dewa mereka kasihan dan akhirnya memberi pusaka tersebut.

Namun dalam perang Bharatayuda, keris pemberian dewa banyak yang hilang, diantaranya, Sang Yuyu Rumpung (berbentuk lurus), Sang Pasopati (berbentuk lurus), Sang Bango Dolog (berluk 3), Sang Bakung (berluk 5), Sang Balebang (berluk 11), Sang Keracan (berluk 10) dan masih banyak yang lainnya.

Sehingga pada zaman Majapahit yang pertama, sang raja memerintahkan kepada seluruh empu sakti madraguna untuk membuat keris yang mirip dengan beberapa keris pembuatan para dewa dan dengan kepandaian mereka semua. Akhirnya terlahir juga bentuk keris yang sangat mumpuni sebagai pegangan para raja zaman itu.

Sebagai pengenalan dasar, kita juga harus tahu tentang apa yang disebut Madya atau zaman pembuatan, karena semua itu adalah kunci awal untuk mengenal lebih dekat keindahan sebuah magic keris dan perawatannya, dan disini dibagi menjadi 5 Madya, diantaranya :

KUNO
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 125 M – 1125 M oleh
beberapa Empu di zaman purwacarita, beliau adalah, Empu Hyang Ramadi, Empu Iskadi, Empu Sugarti, Empu Mayang dan Empu Sarpadewa.

MADYA KUNO
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 1126 m – 1250 m
meliputi Kerajaan Jenggala, Kediri, Pajajaran dan Cirebon.
Empunya adalah, Kyai Gebang, Kyai Bayu Aji, Nini Sumbro, Empu Akas, Empu Lung Lungan, Empu Dewayani dan lain-lain.

MADYA PERTENGAHAN
Sebuah pembuatan keris yang bikin dibikin antara tahun 1251 m – 1459 m meliputi kerajaan, Jenggala, Kediri, Tuban, Madura dan Blambangan. Empu pada masa itu adalah, Empu Bromo Koolali, Empu Luwuk, Empu Sriloka, Empu Sutapasana, Empu Kuwung dan Empu kisa.

TENGAH
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 1460 M – 1613 M meliputi kerajaan, Madiun, Demak, Pajang dan Mataram.
Empunya adalah, Empu Tudung, Empu Joko Supo, Empu, Empu Lobang, Empu Looning, Empu Kithing, Empu Warih dan Empu Madrim.

MUDA
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 1614 M hingga para empu sakti telah tiada, meliputi kerajaan Kertasura dan Surakarta, empunya adalah Empu Mangun Malelo, Empu Tarung Wongso, Empu Hastronoyo, Empu Wiro Sukadgo, Empu Brojo Sentiko dan Empu Sendang Warih.

Untuk lebih mengenal jauh tentang perkerisan, banyak cara yang harus ditelaah, seperti saat kita menemukan sebuah keris misalnya. Tentunya keris itu pasti berkarat atau berwarna kitam legam, sehingga untuk mengecek pamor atau bentuk keseluruhan keris jadi terhalang akibatnya.

Nah, untuk mempermudah membersihkan sebilah keris, baik itu dari noda karat atau bekas luluran minyak cobalah ikuti cara sebagai berikut :
- Siapkan air kelapa hijau 2 buah dan 10 jeruk nipis.
- Rendamlah keris tersebut pada air kelapa tadi. Lalu potonglah semua jeruk nipis menjadi 4 bagian, masukkan semua potongan jeruk nipis ke dalam air kelapa dan biarkan selama 24 jam lamanya.

Bila sudah mencapai waktu yang maksimal, angkatlah keris tersebut, biasanya keris menjadi bersih dan mengkilat, tapi bila masih tersisa noda pakailah sikat gigi untuk menghilangkannya. Dan dari situ pula kita akan bisa melihat secara seksama keaslian bahan keris juga pamor secara menyeluruh.

Dalam pengenalan bentuk keris, tentunya kita harus memahami betul dari mana keris itu dibuat, zaman apa dan dari kerajaan mana. Untuk semua itu bisa kita lihat lewat bahan, warna besi juga warna pamor, "dimana letak rahasianya".
Setiap kerajaan zaman dulu juga para empu yang membuatnya, semua mempunyai perbedaan yang mencolok, yaitu :

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna keputih-putihan serta pamornya yang mempunyai warna putih gajih, juga bila diraba terasa kering, maka sudah dipastikan keris tersebut dibikin pada zaman kerajaan Pajajaran.

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna hitam kebiruan serta pamornya yang menyerupai bentuk rambut. Bila dipegang terasa keras dan kuat, maka ciri seperti itu dibikin oleh para empu kerajaan Majapahit.

-Bilahan keris dengan bahan besi berwarna putih jelas, serta mempunyai pamor rambut berwarna putih gajih, bila diraba berkesan basah dan agak lembek, maka keris tersebut mempunyai ciri khas berasal dari kerajaan Blambangan.

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna hitam kebiruan serta punya pamor yang tak jelas, bila diraba terasa basah, maka keris dengan ciri seperti itu pasti dibikin para empu dari kerajaan Demak.

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna kebiru-biruan serta punya pamor halus berwarna putih bersih, bila diraba terasa kering dan padat berisi, maka bisa dipastikan keris tersebut yang bikinnya para empu kerajaan Mataram.

Begitulah cerita sebilah keris, namun sebaiknya kita juga harus memahami tentang khasiat dari keris itu sendiri. Agar dikemudian hari tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Cara seperti itu disebut dengan nama MENDATA BUNYI.

Caranya juga sangat mudah lepaskan gagang keris (telanjang) gapitlah sepertiga bilahan keris dengan ibu jari dan telunjuk (diapit) dekatkan bilakan keris pada kuping sebelah kiri. Lalu bilahan tersebut ditingting atau dipukul dengan kuku jari telunjuk yang kanan. Biasanya dari pantulan itu akan terdengar bunyi thing, gong, ngong, teng atau gur. Dari tata cara seperti tu akan bisa melihat karakter dari pembawaan atau sifat keris tersebut.

Mendengung seperti suara lebah, biasanya keris semacam itu mempunyai pamor melengkung atau bergelombang, nama besinya Karang Kijang, manfaatnya pendiam dan sabar.

Warna besinya hijau metalik, nama besinya Karindu Aji, manfaatnya untuk kewibawaan, cepat kaya dan posisinya baik.

Warna besi ungu kebiruan, nama besinya Walulin, manfaatnya badan sehat, dihormati orang, mudah menyelesaikan masalah.

Warna besinya biru bening, nama besinya Windu Aji, manfaatnya untuk keselamatan.

Warna besinya kuning kehijauan, nama besinya Walangi, manfaatnya lancar dalam sandang pangan, pengasihan dan bagus untuk karier simpan pinjam.

Warna besinya putih kebiruan, nama besinya Melelaruyun, manfaatnya untuk kedigjayaan atau kekuatan.

Nong-ngong …… warna besinya hitam legam, nama besinya Warani, manfaatnya bisa mencapai derajat tinggi, kaya raya dan selalu sukses dalam menjalankan pemerintahan.

Warna besinya hitam lumut, nama besinya Terate, manfaatnya untuk pengasihan.

 Warna besinya putih mentah, nama besinya Malelagedaga, manfaatnya sabar, dan selalu dikasihani.

Warna besinya putih mentah, nama besinya Kanthot, manfaatnya untuk ketentraman keluarga.

Begitulah sepenggal pemahaman sebilah keris. Semoga menjadi suatu kajian wabil khusus, kolektor-kolektor handal di bidangnya. SALAM RAHAYU.
khodam keris pusaka

Magic yang keluar dari aura keris, banyak orang yang menyebutnya sebagai ilmu hipnotis atau daya saran, bagi manusia atau hewan dapat juga berpengaruh oleh daya saran tersebut. Sehingga apapun yang disugestikan oleh seorang hipnotisur akan mempengaruhi jalan pikirannya.

Berdasarkan ilmu perkerisan, bisa disimpulkan, bahwa para empu zaman dulu adalah seorang pakar ahli bathin, sehingga mereka mampu menciptakan sebilah keris dengan memasukkan ilmu aji atau postipnotis pada tiap tempaannya sehingga serat keris itu jadi mempunyai suatu daya magic yang sangat besar pengaruhnya.

Berdasarkan hasil penelitian para psikologi tersebut. Keris menjadi suatu kepercayaan dan kebanggaan si pemegang karena tuahnya, bahkan dari situ pula sugesti orang akan terpanggil. Seperti keris bisa berwujud manusia serem, berubah seekor naga dan lain-lain.

Konon permulaan keris terjadi di zaman pewayangan. Dalam prasejarah mengatakan para dewa membuatnya untuk para manusia bumi yang membutuhkan. Sebut saja keluarga Bharata. Baik itu dari kelompok Astina atau kalangan Pandawa. Tentunya mereka harus melalui ritual yang cukup lama sehingga para dewa mereka kasihan dan akhirnya memberi pusaka tersebut.

Namun dalam perang Bharatayuda, keris pemberian dewa banyak yang hilang, diantaranya, Sang Yuyu Rumpung (berbentuk lurus), Sang Pasopati (berbentuk lurus), Sang Bango Dolog (berluk 3), Sang Bakung (berluk 5), Sang Balebang (berluk 11), Sang Keracan (berluk 10) dan masih banyak yang lainnya.

Sehingga pada zaman Majapahit yang pertama, sang raja memerintahkan kepada seluruh empu sakti madraguna untuk membuat keris yang mirip dengan beberapa keris pembuatan para dewa dan dengan kepandaian mereka semua. Akhirnya terlahir juga bentuk keris yang sangat mumpuni sebagai pegangan para raja zaman itu.

Sebagai pengenalan dasar, kita juga harus tahu tentang apa yang disebut Madya atau zaman pembuatan, karena semua itu adalah kunci awal untuk mengenal lebih dekat keindahan sebuah magic keris dan perawatannya, dan disini dibagi menjadi 5 Madya, diantaranya :

KUNO
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 125 M – 1125 M oleh
beberapa Empu di zaman purwacarita, beliau adalah, Empu Hyang Ramadi, Empu Iskadi, Empu Sugarti, Empu Mayang dan Empu Sarpadewa.

MADYA KUNO
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 1126 m – 1250 m
meliputi Kerajaan Jenggala, Kediri, Pajajaran dan Cirebon.
Empunya adalah, Kyai Gebang, Kyai Bayu Aji, Nini Sumbro, Empu Akas, Empu Lung Lungan, Empu Dewayani dan lain-lain.

MADYA PERTENGAHAN
Sebuah pembuatan keris yang bikin dibikin antara tahun 1251 m – 1459 m meliputi kerajaan, Jenggala, Kediri, Tuban, Madura dan Blambangan. Empu pada masa itu adalah, Empu Bromo Koolali, Empu Luwuk, Empu Sriloka, Empu Sutapasana, Empu Kuwung dan Empu kisa.

TENGAH
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 1460 M – 1613 M meliputi kerajaan, Madiun, Demak, Pajang dan Mataram.
Empunya adalah, Empu Tudung, Empu Joko Supo, Empu, Empu Lobang, Empu Looning, Empu Kithing, Empu Warih dan Empu Madrim.

MUDA
Sebuah pembuatan keris yang dibikin antara tahun 1614 M hingga para empu sakti telah tiada, meliputi kerajaan Kertasura dan Surakarta, empunya adalah Empu Mangun Malelo, Empu Tarung Wongso, Empu Hastronoyo, Empu Wiro Sukadgo, Empu Brojo Sentiko dan Empu Sendang Warih.

Untuk lebih mengenal jauh tentang perkerisan, banyak cara yang harus ditelaah, seperti saat kita menemukan sebuah keris misalnya. Tentunya keris itu pasti berkarat atau berwarna kitam legam, sehingga untuk mengecek pamor atau bentuk keseluruhan keris jadi terhalang akibatnya.

Nah, untuk mempermudah membersihkan sebilah keris, baik itu dari noda karat atau bekas luluran minyak cobalah ikuti cara sebagai berikut :
- Siapkan air kelapa hijau 2 buah dan 10 jeruk nipis.
- Rendamlah keris tersebut pada air kelapa tadi. Lalu potonglah semua jeruk nipis menjadi 4 bagian, masukkan semua potongan jeruk nipis ke dalam air kelapa dan biarkan selama 24 jam lamanya.

Bila sudah mencapai waktu yang maksimal, angkatlah keris tersebut, biasanya keris menjadi bersih dan mengkilat, tapi bila masih tersisa noda pakailah sikat gigi untuk menghilangkannya. Dan dari situ pula kita akan bisa melihat secara seksama keaslian bahan keris juga pamor secara menyeluruh.

Dalam pengenalan bentuk keris, tentunya kita harus memahami betul dari mana keris itu dibuat, zaman apa dan dari kerajaan mana. Untuk semua itu bisa kita lihat lewat bahan, warna besi juga warna pamor, "dimana letak rahasianya".
Setiap kerajaan zaman dulu juga para empu yang membuatnya, semua mempunyai perbedaan yang mencolok, yaitu :

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna keputih-putihan serta pamornya yang mempunyai warna putih gajih, juga bila diraba terasa kering, maka sudah dipastikan keris tersebut dibikin pada zaman kerajaan Pajajaran.

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna hitam kebiruan serta pamornya yang menyerupai bentuk rambut. Bila dipegang terasa keras dan kuat, maka ciri seperti itu dibikin oleh para empu kerajaan Majapahit.

-Bilahan keris dengan bahan besi berwarna putih jelas, serta mempunyai pamor rambut berwarna putih gajih, bila diraba berkesan basah dan agak lembek, maka keris tersebut mempunyai ciri khas berasal dari kerajaan Blambangan.

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna hitam kebiruan serta punya pamor yang tak jelas, bila diraba terasa basah, maka keris dengan ciri seperti itu pasti dibikin para empu dari kerajaan Demak.

- Bilahan keris dengan bahan besi berwarna kebiru-biruan serta punya pamor halus berwarna putih bersih, bila diraba terasa kering dan padat berisi, maka bisa dipastikan keris tersebut yang bikinnya para empu kerajaan Mataram.

Begitulah cerita sebilah keris, namun sebaiknya kita juga harus memahami tentang khasiat dari keris itu sendiri. Agar dikemudian hari tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Cara seperti itu disebut dengan nama MENDATA BUNYI.

Caranya juga sangat mudah lepaskan gagang keris (telanjang) gapitlah sepertiga bilahan keris dengan ibu jari dan telunjuk (diapit) dekatkan bilakan keris pada kuping sebelah kiri. Lalu bilahan tersebut ditingting atau dipukul dengan kuku jari telunjuk yang kanan. Biasanya dari pantulan itu akan terdengar bunyi thing, gong, ngong, teng atau gur. Dari tata cara seperti tu akan bisa melihat karakter dari pembawaan atau sifat keris tersebut.

Mendengung seperti suara lebah, biasanya keris semacam itu mempunyai pamor melengkung atau bergelombang, nama besinya Karang Kijang, manfaatnya pendiam dan sabar.

Warna besinya hijau metalik, nama besinya Karindu Aji, manfaatnya untuk kewibawaan, cepat kaya dan posisinya baik.

Warna besi ungu kebiruan, nama besinya Walulin, manfaatnya badan sehat, dihormati orang, mudah menyelesaikan masalah.

Warna besinya biru bening, nama besinya Windu Aji, manfaatnya untuk keselamatan.

Warna besinya kuning kehijauan, nama besinya Walangi, manfaatnya lancar dalam sandang pangan, pengasihan dan bagus untuk karier simpan pinjam.

Warna besinya putih kebiruan, nama besinya Melelaruyun, manfaatnya untuk kedigjayaan atau kekuatan.

Nong-ngong …… warna besinya hitam legam, nama besinya Warani, manfaatnya bisa mencapai derajat tinggi, kaya raya dan selalu sukses dalam menjalankan pemerintahan.

Warna besinya hitam lumut, nama besinya Terate, manfaatnya untuk pengasihan.

 Warna besinya putih mentah, nama besinya Malelagedaga, manfaatnya sabar, dan selalu dikasihani.

Warna besinya putih mentah, nama besinya Kanthot, manfaatnya untuk ketentraman keluarga.

Begitulah sepenggal pemahaman sebilah keris. Semoga menjadi suatu kajian wabil khusus, kolektor-kolektor handal di bidangnya. SALAM RAHAYU.
TUAH KERIS
https://1.bp.blogspot.com/-rzC_cz3Mm50/UeoWII5LxRI/AAAAAAAAANQ/m3YcBJvWmfo/s72-c/header+pusat+benda+bertuah+2.jpg
Order View detail
SELENDANG SAKTI ANTI BAKAR

SELENDANG SAKTI ANTI BAKAR





DIMAHARKAN SELENDANG ANTI BAKAR ASLI, SELAIN MEMILIKI KEUNIKAN DAN KEISTIMEWAAN PADA WUJUD FISIKNYA. SELENDANG INI JUGA MEMPUNYAI KANDUNGAN ENERGI SPIRITUAL YANG SANGAT COCOK DAN BERMANFAAT UNTUK ANDA GUNAKAN DALAM KESEHARIAN. SELAIN TUAH ALAMI YANG TERKANDUNG DALAM SELENDANG INI, JUGA SUDAH KAMI BERIKAN TAMBAHAN DOA DAN RITUAL KHUSUS SEHINGGA MANFAAT YANG TERKANDUNG DALAM SELENDANG SEMAKIN MANTAP DAN LEBIH DARI SELENDANG PADA UMUMNYA.
- MENINGKATKAN AURA KAWIBAWAANN TINGKAT TINGGI
- MEMBUAT ANDA SEMAKIN PERCAYA DIRI DAN DIHORMATI OLEH BANYAK ORANG
- MENUNDUKAN MUSUH ATAU LAWAN BICARA
- MEDIA UNTUK MENDAPATKAN KESUKSESAN USAHA ANDA, PELARISAN DAGANG, DAN LAIN-LAIN
- MEMBUKA DAN MEMPERPEKA MATA BATIN, UNTUK ANDA YANG INGIN MERASAKAN KEBERADAAN MAHKLUK HALUS, MELIHAT DAN BERINTERAKSI DENGAN KHODAM DALAM DIRI, PUSAKA ATAU MUSTIKA. DENGAN MEDIA SELENDANG INI AKAN MEMBANTU UNTUK MEWUJUDKAN HAL TERSEBUT
- KESELAMATAN, TOLAK BALAK DAN MENGHINDARKAN ANDA DARI MARA BAHAYA. SERANGAN MAHKLUK GHOIB DAN GUNA-GUNA
- SERTA MASIH BANYAK MANFAAT YANG TERKANDUNG DALAM SELENDANG INI SEIRING DENGAN NIAT SERTA TUJUAN ANDA


MAS KAWIN Rp.2.500.000,-

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
E-mail: putrokedhaton@yahoo.com




DIMAHARKAN SELENDANG ANTI BAKAR ASLI, SELAIN MEMILIKI KEUNIKAN DAN KEISTIMEWAAN PADA WUJUD FISIKNYA. SELENDANG INI JUGA MEMPUNYAI KANDUNGAN ENERGI SPIRITUAL YANG SANGAT COCOK DAN BERMANFAAT UNTUK ANDA GUNAKAN DALAM KESEHARIAN. SELAIN TUAH ALAMI YANG TERKANDUNG DALAM SELENDANG INI, JUGA SUDAH KAMI BERIKAN TAMBAHAN DOA DAN RITUAL KHUSUS SEHINGGA MANFAAT YANG TERKANDUNG DALAM SELENDANG SEMAKIN MANTAP DAN LEBIH DARI SELENDANG PADA UMUMNYA.
- MENINGKATKAN AURA KAWIBAWAANN TINGKAT TINGGI
- MEMBUAT ANDA SEMAKIN PERCAYA DIRI DAN DIHORMATI OLEH BANYAK ORANG
- MENUNDUKAN MUSUH ATAU LAWAN BICARA
- MEDIA UNTUK MENDAPATKAN KESUKSESAN USAHA ANDA, PELARISAN DAGANG, DAN LAIN-LAIN
- MEMBUKA DAN MEMPERPEKA MATA BATIN, UNTUK ANDA YANG INGIN MERASAKAN KEBERADAAN MAHKLUK HALUS, MELIHAT DAN BERINTERAKSI DENGAN KHODAM DALAM DIRI, PUSAKA ATAU MUSTIKA. DENGAN MEDIA SELENDANG INI AKAN MEMBANTU UNTUK MEWUJUDKAN HAL TERSEBUT
- KESELAMATAN, TOLAK BALAK DAN MENGHINDARKAN ANDA DARI MARA BAHAYA. SERANGAN MAHKLUK GHOIB DAN GUNA-GUNA
- SERTA MASIH BANYAK MANFAAT YANG TERKANDUNG DALAM SELENDANG INI SEIRING DENGAN NIAT SERTA TUJUAN ANDA


MAS KAWIN Rp.2.500.000,-

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
E-mail: putrokedhaton@yahoo.com
SELENDANG SAKTI ANTI BAKAR
http://2.bp.blogspot.com/-MQF3mN9ulfI/UX5AiaJxP7I/AAAAAAAAAiY/XrS6b8KX_Ys/s72-c/IMG-20130426-00477.jpg
Order View detail
MUSTIKA PANCA WARNA

MUSTIKA PANCA WARNA


DIMAHARKAN MUSTIKA PANCA WARNA ASLI.
MUSTIKA BERTUAH ALAMI YANG BERGUNA UNTUK:
- MEMANGGIL DAN MENDATANGKAN KHODAM PEREWANGAN GANAS YANG BISA DIPERINTAH
- DJUNJUNG DRAJAD DAN KAWIBAWAAN
- MENSTABILKAN AURA PADA DIRI ANDA
- MEMBUAT ANDA MEMILIKI AJIAN BRAJAMUSTI SECARA INSTAN
- MENINGKATKAN KEPEKAAN MATA BATIN DAN PANCA INDRA
- TOLAK BALAK DAN SENGKOLO
- SERTA PUSAKA UNTUK KESELAMATAN 
- DAN MASIH BANYAK MANFAAT YANG TERKANDUNG DALAM MUSTIKA INI


MAS KAWIN Rp.1.000.000,-

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
E-mail: putrokedhaton@yahoo.com

DIMAHARKAN MUSTIKA PANCA WARNA ASLI.
MUSTIKA BERTUAH ALAMI YANG BERGUNA UNTUK:
- MEMANGGIL DAN MENDATANGKAN KHODAM PEREWANGAN GANAS YANG BISA DIPERINTAH
- DJUNJUNG DRAJAD DAN KAWIBAWAAN
- MENSTABILKAN AURA PADA DIRI ANDA
- MEMBUAT ANDA MEMILIKI AJIAN BRAJAMUSTI SECARA INSTAN
- MENINGKATKAN KEPEKAAN MATA BATIN DAN PANCA INDRA
- TOLAK BALAK DAN SENGKOLO
- SERTA PUSAKA UNTUK KESELAMATAN 
- DAN MASIH BANYAK MANFAAT YANG TERKANDUNG DALAM MUSTIKA INI


MAS KAWIN Rp.1.000.000,-

Silahkan bagi Anda yang berminat untuk meminangnya, Hubungi:
Telfon: (0813 9073 1665)
Pin Blackberry: (2572 6A A5)
E-mail: putrokedhaton@yahoo.com
MUSTIKA PANCA WARNA
http://1.bp.blogspot.com/-c0IIr5BKynI/VTXBn3038XI/AAAAAAAABmU/cYh1-vI-9u8/s72-c/BENDA%2BBERTUAH%2BINDONESIA%2BTERMAHAR.jpg
Order View detail
DJOKO SUSILO MILIKI RATUSAN PUSAKA

DJOKO SUSILO MILIKI RATUSAN PUSAKA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persidangan kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (16/7), mengundang tawa. Salah satu saksi, Indra Jaya Febru Hariadi, begitu bersemangat menceritakan mengenai bisnis jual beli pusaka dengan terdakwa Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo.
Ketua majelis hakim Suhartoyo menanyakan keterkaitan Indra dengan kasus ini dan apa yang ditanyakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat pemeriksaan. Purnawirawan TNI itu kemudian menjelaskan mengenai awal mula perkenalannya dengan Djoko pada 1998. Indra tengah sowan ke kediaman Kapolri saat itu, Roesmanhadi. Saat hendak pulang, di luar ia bertemu dengan Djoko.
Selepas itu, Indra kerap berkomunikasi dengan Djoko Pada pertemuan berikutnya, Indra menawarkan bisnis pusaka keris pada Djoko. Kemudian pada 1999, ia menceritakan ada kolektor asal Jerman bernama Andreas yang tengah mencari pusaka. Kebetulan keris yang dicari itu ada pada Djoko.
Saat itu, tiga keris dijual dan satu lainnya sebagai cinderamata. Ia menyebut nilainya sekitar 680 ribu euro. Indra yang menjadi perantara kecipratan untung. "Hadiahnya dari beliau (Djoko) juga lumayan bisa beli mobil waktu itu," ujar dia
Selepas Indra menjelaskan panjang lebar mengenai transaksi jual beli pada 1999 itu, ketua majelis hakim kebingungan. Suhartoyo tidak menemukan cerita transaksi itu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Indra. Ia kemudian menanyakannya kepada saksi.
"Mohon maaf yang ditanya penyidik KPK itu beliaunya beli pusaka dari saya. Itu pada 2004," jawab Indra.
Suhartoyo menimpalinya. "Baik itu saja. Kalau itu saudara terangkan. Kalau yang orang Jerman beli dengan dibayar euro itu gak ada." "Memang tidak ditanyakan Pak, di sana (KPK)," kata Indra. "Heh?" Suhartoyo heran.
Indra menjelaskannya. "Tidak ditanyakan. Di sini baru bapak tanyakan." Keterangan Indra mengundang tawa majelis hakim dan pengunjung sidang.
"Sebenarnya, majelis juga enggak tanya itu. Yang ditanya itu ketika di KPK itu loh anda ditanya apa," kata Suhartoyo. "Oh siap," jawab Indra
Indra kemudian menceritakan pada 2004, Djoko beserta istri datang ke rumahnya di Malang. Ia menawarkan pusaka kepada Djoko. Saat itu, Djoko memeriksa keris-kerisnya. Indra mengaku memang banyak memiliki pusaka keris. Ia mengatakan, pusaka itu kebanyakan merupakan pemberian dari orang tuanya.
Suhartoyo sempat mengulik keterangan mengenai keris sebelum Indra menceritakan transaksi dengen Djoko pada 2004. Hakim menanyakan mengenai luk keris. "Ini tidak penting juga untuk sidang. Cuman hakim perlu juga tahu ini sekadar asal cerita atau tahu benar," kata dia.
Indra kemudian menjelaskan mengenai luk keris.  Ia menjelaskan istilah penyebutan mulai dari keris yang tidak mempunyai luk. Ia kemudian menyebut istilah penyebutan untuk keris luk tiga, tujuh, sembilan, sebelas, tiga belas, dan lima belas. Menginjak luk tujuh belas, Indra berusaha mengingatnya.
"Luk 17 itu......," Indra mencoba untuk mengingat kembali. Suhartoyo menyelanya,"Sudah kalau lupa, jangan dipaksa. Nanti pingsan sampean." Namun, Indra masih tetap berusaha. "Mohon izin saya ingat-ingat, bapak. Luk 17......."
Suhartoyo segera mencoba beralih pada bahasan lain. "Ini keterangan saudara...." Kalimat ketua majelis hakim terhenti karena Indra masih asik dengan penyebutan luk keris. "Luk 21....." Suhartoyo pun mengingatkannya. "Ya sudah-sudah. Jangan cerita luk lagi."
Ketua majelis hakim kembali mengarahkan pertanyaan pada transaksi yang terjadi pada 2004. Menurut Indra, Djoko membeli 16 pusaka keris. Ia mengatakan, nilai pembelian sekitar Rp 1,7 miliar. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persidangan kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (16/7), mengundang tawa. Salah satu saksi, Indra Jaya Febru Hariadi, begitu bersemangat menceritakan mengenai bisnis jual beli pusaka dengan terdakwa Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo.
Ketua majelis hakim Suhartoyo menanyakan keterkaitan Indra dengan kasus ini dan apa yang ditanyakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat pemeriksaan. Purnawirawan TNI itu kemudian menjelaskan mengenai awal mula perkenalannya dengan Djoko pada 1998. Indra tengah sowan ke kediaman Kapolri saat itu, Roesmanhadi. Saat hendak pulang, di luar ia bertemu dengan Djoko.
Selepas itu, Indra kerap berkomunikasi dengan Djoko Pada pertemuan berikutnya, Indra menawarkan bisnis pusaka keris pada Djoko. Kemudian pada 1999, ia menceritakan ada kolektor asal Jerman bernama Andreas yang tengah mencari pusaka. Kebetulan keris yang dicari itu ada pada Djoko.
Saat itu, tiga keris dijual dan satu lainnya sebagai cinderamata. Ia menyebut nilainya sekitar 680 ribu euro. Indra yang menjadi perantara kecipratan untung. "Hadiahnya dari beliau (Djoko) juga lumayan bisa beli mobil waktu itu," ujar dia
Selepas Indra menjelaskan panjang lebar mengenai transaksi jual beli pada 1999 itu, ketua majelis hakim kebingungan. Suhartoyo tidak menemukan cerita transaksi itu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Indra. Ia kemudian menanyakannya kepada saksi.
"Mohon maaf yang ditanya penyidik KPK itu beliaunya beli pusaka dari saya. Itu pada 2004," jawab Indra.
Suhartoyo menimpalinya. "Baik itu saja. Kalau itu saudara terangkan. Kalau yang orang Jerman beli dengan dibayar euro itu gak ada." "Memang tidak ditanyakan Pak, di sana (KPK)," kata Indra. "Heh?" Suhartoyo heran.
Indra menjelaskannya. "Tidak ditanyakan. Di sini baru bapak tanyakan." Keterangan Indra mengundang tawa majelis hakim dan pengunjung sidang.
"Sebenarnya, majelis juga enggak tanya itu. Yang ditanya itu ketika di KPK itu loh anda ditanya apa," kata Suhartoyo. "Oh siap," jawab Indra
Indra kemudian menceritakan pada 2004, Djoko beserta istri datang ke rumahnya di Malang. Ia menawarkan pusaka kepada Djoko. Saat itu, Djoko memeriksa keris-kerisnya. Indra mengaku memang banyak memiliki pusaka keris. Ia mengatakan, pusaka itu kebanyakan merupakan pemberian dari orang tuanya.
Suhartoyo sempat mengulik keterangan mengenai keris sebelum Indra menceritakan transaksi dengen Djoko pada 2004. Hakim menanyakan mengenai luk keris. "Ini tidak penting juga untuk sidang. Cuman hakim perlu juga tahu ini sekadar asal cerita atau tahu benar," kata dia.
Indra kemudian menjelaskan mengenai luk keris.  Ia menjelaskan istilah penyebutan mulai dari keris yang tidak mempunyai luk. Ia kemudian menyebut istilah penyebutan untuk keris luk tiga, tujuh, sembilan, sebelas, tiga belas, dan lima belas. Menginjak luk tujuh belas, Indra berusaha mengingatnya.
"Luk 17 itu......," Indra mencoba untuk mengingat kembali. Suhartoyo menyelanya,"Sudah kalau lupa, jangan dipaksa. Nanti pingsan sampean." Namun, Indra masih tetap berusaha. "Mohon izin saya ingat-ingat, bapak. Luk 17......."
Suhartoyo segera mencoba beralih pada bahasan lain. "Ini keterangan saudara...." Kalimat ketua majelis hakim terhenti karena Indra masih asik dengan penyebutan luk keris. "Luk 21....." Suhartoyo pun mengingatkannya. "Ya sudah-sudah. Jangan cerita luk lagi."
Ketua majelis hakim kembali mengarahkan pertanyaan pada transaksi yang terjadi pada 2004. Menurut Indra, Djoko membeli 16 pusaka keris. Ia mengatakan, nilai pembelian sekitar Rp 1,7 miliar. 

DJOKO SUSILO MILIKI RATUSAN PUSAKA
http://2.bp.blogspot.com/-G7E8eC2neSk/UeoUIn_qrtI/AAAAAAAAAM4/StaUHYe2cP8/s72-c/mantan-kepala-korps-lantas-kepolisian-ri-irjen-pol-djoko-_130423194154-471.jpg
Order View detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Benda Bertuah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger